Fa's Quotes

Jan 2013
March 2012
April 2012
May 2012
June 2012
July 2012
August 2012
November 2012
December
Pinjami aku telapak tanganmu, kan kugaris sebagian perjalanan kita di masa depan.
setelah berhasil membahagiakanmu, biasanya aku akan bahagia kemudian.
Saya orangnya terlalu baik, lalu banyak orang berpikir mengesampingkan saya adalah "tak mengapa, toh saya baik". 
Bersiap siaplah kehilangan saya. Saat itu terjadi, saya sudah tidak bisa menolongmu lari dari penyesalan.
Dan lalu kita akan saling bertemu, bersapa dan kemudian jatuh cinta. Percayalah, ini akan semudah itu.
Kekuatan dari memberi dan membantu. Perasaan setelah berhasil melakukannya, Itu adalah saat terbaik dalam, bagi saya.
Cintai mereka yang sanggup menerima kekuranganmu, bukan mereka yang memiliki semua yang kamu inginkan.
Aku, asa yang tengah mencoba hidup di hatimu. Mengendap diam dan jatuh cinta kian dalam. 
Bila aku mengeluarkan semua yang buruk dari diriku di hadapanmu, itu berarti aku memberimu kesempatan untuk mencintai setiap bagiannya.
Siapa yang pantas kamu peluk, adalah siapa yang rela membuka ke dua lengannya lebar lebar untuk memelukmu kembali.
Sahabat. Mereka membuat kalian merasa pantas menerima hidup ini. "Utuh", bukan "separuh separuh".
Bagaimana jika aku tidak pernah bisa menemukan orang yang mencintaiku, dan kamu tidak pernah bisa mencintai orang lain?
Aku sulit jatuh cinta tapi setiap kali jatuh cinta, aku selalu jatuh dengan kesungguhan pada cinta itu.  Jadi jangan permainkan aku.
Bila esok tak lagi ada aku, apa kau "menyesal" belum sempat mencintaiku dengan baik?
Mungkin aku hanya takut patah hati. Mungkin kamu hanya perlu meyakinkanku sekali lagi untuk jatuh cinta padamu.
Kamu lebih putih, tapi kamu belum tentu lebih benar dariku. Dia lebih hitam, tapi belum tentu aku lebih baik darinya.
Aku mencintaimu karena kamu baik.
Akan ada seseorang yang kelak dengan cintanya bersedia mencintaiku. Menemani hidupku seberapa pun membosankannya.
Dan sampai detik ini aku selalu percaya, akan ada saatnya aku mencintai untuk dibahagiakan kembali.
Aku suka mengamati, caramu mengamati ibumu. Dari sana aku kerap menilai, apa yang paling kau perhatikan dari diri perempuan.
Bagaimana aku hidup, adalah bagaimana aku belajar untuk semakin jatuh cinta padamu.
Aku janji, tak akan pernah menjanjikanmu sesuatu yang tak mungkin kutepati. Kita akan berharap, dengan cara yang baik.
Ada yang memudar di langit. Segugus bintang yang "pernah" kamu titipkan pada ingatanku.
Ada yang akan kau rindukan dari diriku besok. Yaitu apa yang tengah kau sia siakan hari ini.
Aku berharap di suatu ketika, kau akan mencintaiku lebih baik dari ini. Sehingga tak ada yang perlu kuselali lagi di lain hari.
Berbohong pada saya hari ini, sama dengan membunuh keberadaan anda dihari esok hidup saya.
Semoga yang pernah, "mengabaikan" saya sadar, bahwa mungkin saja sapaan saya itu tidak bisa terulang lagi di lain hari.
Sesekali aku pun butuh cinta yang nyata, tidak hanya bual janjimu pada bintang di atas sana.
Aku sering menitipkan rindu pada sayap kupu kupu. Sehingga di setiap debunya yang jatuh pada kelopak bunga, ada cintaku di sana.
Kalau kamu ingin aku jadi yang bukan diriku, maka aku akan menjadikanmu masa lalu. Dimulai dari detik ini.
Ya, aku bisa mencintaimu seperti peri gigi. Yang kau bisa percaya, untuk kau titipkan apa yang pernah patah dari hidupmu.
Sesungguhnya kamu tidak sendirian, karena selalu ada yang bicara di dalam hatimu. 
Kurasa di kehidupan yang akan datang, Tuhan akan memberimu kesempatan menjadi diriku. Kemudian mampu memahami ini.
Kau tahu di mana pertama kali aku bertemu cinta? Di hangat dada ibuku.
Ketika seseorang memperlakukanmu dengan buruk. Saat itu Tuhan mengajarkan padamu untuk tidak mengulang hal yang sama pada orang lain.
Tak tahu apa yang sedang kupikirkan saat melepaskanmu. Yang jelas kuingat, aku ingin kau bahagia, entah dengan siapa.
Setiap yang kau nilai kekurangan pada dirimu. Adalah sebuah keistimewaan yang membuatmu, 'berbeda' dengan makhluk lainnya.
Ingin bisa membagi hati. Setengah untuk jatuh, setengah lagi untuk patah. Hingga jika salah satu terjadi, aku tidak kehilangan semua bagiannya. 
Bahagia itu bukan pilihan, sudah seharusnya mereka ada di hidupmu. Jangan memilih untuk bahagia, tapi jadilah bagian dari mereka.
Ketika kamu merasa orang lain begitu mudah menjadi dirinya, mungkin saja kamu belum pernah mencoba menjadi dirimu sendiri. 
Tentu saja membahagiakanku itu mudah. Teruslah ada, dan jangan kemana mana.
Memimpikanmu. Seringkali membuatku enggan menatap kenyataan. 
Aku tidak pernah berniat jatuh cinta. Mereka terjadi begitu saja, lalu berpotensi melukaiku kapan saja.
Aku mengaminimu, sebagai tarikan garis yang mencoret senyum di pipiku. Seumur hidupku.
Dulu kau pernah bilang, aku adalah sedikit dari mimpi yang mampu kau hidupi dalam hati.
Aku suka, bagaimana cara kaki kakimu melangkah. Dengan seksama aku mencintainya, lalu ingin mengikuti perjalanannya.
Berencana naik balon udara ke awan. Untuk menjemput cintamu yang terjangkau lengan.
Tak ada yang tak dapat dikeringkan matahari. Namun tetap tak ada yang membuatku mampu, untuk tak mencintaimu.
Jangan berhenti, karena dengan aku pun kau tak mesti berlari. Kita hanya perlu bergandengan, sambil menertawakan awan.
Kelak karena cinta, kita akan menjadi halal untuk bercinta.
Bukan berarti ingin kembali ke masa lalu. Bukan berarti menyesali apa yang tengah terjadi, hanya ingin punya esok yang lebih baik Tuhan.
Jatuhi saya cinta, dari pepohonan yang kau tanam di ladang hatimu. 
Bila saja kau tahu, aku mampu bertahan hidup dari mencuri udara di paru parumu. 
Menjadi sedih ketika harus rela melupakan, apa apa yang ternyata tak kudapatkan.