Sunday, August 02, 2015

Dear you

Dear you,

Keith & Natalie


Keith: So, you don't remember?
Natalie: What?
Keith: Well, I sit behind you in the sixth grade play, you were the princess and I was Russian Soldier
Natalie: Don't remember that
Keith: Of course not. A princess never remembers the little people
***

Hari ini aku nonton film judulnya Keith. Film lama sayang, yang main Jesse McCartney. Itu loh yang nyanyi beautiful soul. Dia masih imut banget. Eniwei, ada satu kalimat yang sering dia ucapin berulang-ulang di film Keith. Dia bilang, "Langit adalah batasnya, kan?"

Itu emang kalimat biasa. Cuma terdiri dari kata Langit, Adalah dan Batas. Tapi aku kaya baru denger kalimat itu pertamakalinya di sepanjang hidupku. Karena dari kecil, aku cuma pernah denger kalau "Di atas langit, masih ada langit."

Karena langit itu nggak ada ujungnya. Itu kata tv yang dulu sering aku tonton, itu kata tetangga aku, itu kata orang-orang di rumah. Itu kata mereka yang bahkan nggak aku kenal. Bahwa langit itu nggak ada ujungnya.

Tapi sayang, Keith, dia selalu bilang "Langit adalah batasanya, kan?". Mikirin kalimat ini, nggak tau kenapa bikin aku sedih. Bukan sedih yang gimana-gimana, tapi tiba-tiba aja aku kepikiran, kalo yang dibilang Keith ada benernya juga. Selalu ada batasan untuk segala sesuatu. Segala hal, bisa jadi nggak baik kalau kelewat batas. Sometimes. Sebagai manusia, kita perlu tahu diri.

Oh iya, si Keith ini pinter loh sayang. Dia pinter, baik dan cool banget. Dia nggak pernah peduli apa yang oranglain pikirin tentang dia. Dia selalu jadi dirinya sendiri. Dia pinter ngerakit truk, dia pinter ngejain tugas kimia, dia suka banget senyum. Tapi dia juga suka bohong dan pemarah. Karena pikirannya nggak stabil. Iya. Dia depresi. Nggak tau kenapa. Mungkin karena ibunya udah meninggal. Mungkin karena dia anak satu-satunya. Mungkin karena dia cuma tinggal berdua sama bapaknya di rumah. Hidup emang suka gitu.

Setiap manusia selalu punya hal 'nggak pantas' di mata oranglain. Selalu, dan selalu ada yang dipandang nggak pas dan harus disayangkan.

"Cantik sih, tapi sayang bego."

"Kaya sih, tapi sayang nggak punya attitude."

"Pinter sih, tapi sayang jelek."

"Keren sih, tapi sayang sombong."

Yah, begitulah hidup, Sayang. Padahal ya nggak ada aturannya juga orang cantik itu kudu pinter, atau orang keren nggak boleh sombong. Hidup kan ya hidup mereka. Bukan kita yang jalanin. Bukan hak kita buat menilai.

Keith bilang, kita punya truk kuning, dan kita punya jalan yang terbentang di hadapan kita. Nothing but oppotunities. 

So, don't let anybody tell you where you wanna go.

I know you're not perfect, but please don't be someone who you don't want to be.

Bye Sayang. Take care of your self, okay.


Fa


#AgustusMenulis

No comments:

Post a Comment

Thanks for reading my post! :)