Saturday, August 01, 2015

Patah hati itu berkah



If you're afraid to ask, is he or she loves you or not, then you just don't love him or her enough. Love is capable doing everything. - Fa

Saya sering sekali menerima pertanyaan; 

Kak Fa, salah enggak sih aku nunggu orang selama 5 tahun? Salah enggak sih kalau aku susah banget move-on? Salah enggak sih kalau aku suka sama temen deketku sendiri? Salah enggak sih kalau aku suka sama seseorang yang beda keyakinan? Salah enggak sih kalau bla bla bla... 

Saya kerap tersenyum sendiri. Karena biasanya, pertanyaan soal perasaan yang dimulai dengan kalimat 'salah nggak sih' ya sebenarnya diajukan oleh seseorang yang sebenarnya sudah tahu, kalau apa yang sedang dia lakukan adalah hal yang keliru. 

Kamu tahu, apabila segala yang kita inginkan bisa seketika terjadi, maka banyak orang yang sudah bunuh diri karena bosan. Segala ketidak pastian lah yang membuat hidup kita terasa lebih menarik. Think about it.

Setiap kali ada yang curhat pada saya soal kedekatannya dengan seseorang, saya selalu bilang; kamu harus punya batas waktu untuk dirimu sendiri menunggu dia mengatakan cintanya. Kalau sampai batas itu habis dia belum juga menyatakan, maka giliranmu menyatakan sudah tiba.

TAPI KAK, NYATAIN CINTA TUH ENGGAK SEGAMPANG ITU. KALO DIA NGGAK SUKA BALIK GIMANA? KAN MALU!

Seriously? Kamu malu karena dia tidak menerima sayangmu yang tulus itu?
Seriously? Kamu malu karena akhirnya kamu berani menyatakan perasaanmu?

Don't be darling.. 

Tidak ada yang memalukan untuk sebuah sayang tulus yang kamu perjuangkan. Bila dia mengatakan bahwa dia tidak punya niatan untuk menyayangimu kembali, maka itu bukanlah salahmu. Bukan pula salahnya. Kalian hanya tidak diciptakan untuk saling mengisi. Dan Tuhan pasti punya alasan terbaik untuk itu semua.

Kamu seharusnya justru malu, jika hanya berkutat selama bertahun-tahun, memendam perasaan untuk seseorang yang selalu berada di dekatmu. Sedang sebenarnya, kamu bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun itu untuk bertemu orang lain (yang mungkin saja lebih kece) yang bersedia menyayangimu kembali--karena ternyata orang yang bertahun-tahun kamu sayangi diam-diam itu sebenarnya tidak punya sedikit pun niat untuk belajar mencintaimu. DANG!

Sayang beneran enggak? Kalau sayang beneran ya katakan. Kalau ternyata sayangmu hanya bertepuk sebelah tangan, siapkanlah waktu untuk patah hati, lalu kembalilah menjalani hidupmu. Buka hati kembali untuk seseorang lain, yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk kamu temukan. Bukan berada di dalam labirin harapan yang tak berujung.

Patah hati untuk seseorang yang sudah kamu perjuangkan adalah sebuah berkah. Daripada patah hati untuk orang yang bahkan tidak tahu kalau kamu menyayanginya. Ye nggak? ;p

#AgustusMenulis




6 comments:

  1. Bagus ka,meninspirasi bgt,menyatakan rasa duluan itu bkn hal memalukan koq,krna aku pernah begitu :))

    ReplyDelete
  2. Paling tidak, semakin sering patah hati, semestinya semakin banyak belajar memahami ya... :)

    ReplyDelete
  3. Semangat agustus menulisnya mbak fa 😍

    ReplyDelete
  4. Semangat Agustus menulisnya mba Fa 😍

    ReplyDelete
  5. Laiki aku tenan yoh wkwkw .
    Terlalu disayangkan ketika banyak lelak yang datang kamu menolak hanya karena kamu "kepentom" di satu orang saja. Bukalah hati lebar-lebar .selamat datang untuk jatuh cinta lagi~

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)