Sunday, February 22, 2015

things will get better


Hidupmu terlalu baik. Jika denganku banyak luka yang harus kamu tutupi. Dan aku tidak mau memberimu cinta yang merepotkan. - falafu
Saya tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan seseorang yang padanya bisa saya ceritakan segala hal yang paling buruk yang ada di dalam hidup saya ini. Saya selalu berpikir, dia bisa mencintai saya—tapi mungkin tidak setelah mengenal saya seutuhnya.
Sampai detik ini, belum ada pria yang bisa membuat saya tidak takut terlihat sebagai saya yang sedang menulis tulisan ini. Bukan berarti selama ini saya jadi seseorang yang Palsu. Tidak demikian. Saya hanya tidak menceritakan padanya tentang diri saya yang seutuhnya. Dia hanya saya biarkan mengenal saya sebatas kulitnya saja, tidak pernah saya biarkan masuk terlalu jauh. Ke bagian yang paling pekat.
Itu kenapa, saya masih selalu merasa, saya belum bertemu dengan cinta itu. Ketika saya menemukan yang baik yang ingin melengkapi saya, tidak jarang saya mendorongnya menjauh. Hanya karena saya ingin dia bertemu dengan perempuan yang punya cerita hidup yang lebih baik dari yang saya miliki. 
Stupid me. Yes. 
Karena saya merasa, tidak semua orang pernah punya kisah yang rumit dalam kehidupannya. Tidak semua orang bisa melihat sisi terbaik dari setiap keburukan yang terjadi dalam hidup seseoang. Seandainya pun mereka mampu, belum tentu mereka mau repot-repot melakukannya. Karena itu pasti melelahkan. 

Dan saya tidak ingin membuat pria baik itu lelah menghadapi saya. 

Saya tahu, setiap kali saya memutuskan untuk tidak lagi mencintai seseorang yang sebenarnya saya ingin cintai—saya sedang menusukkan jarum ke dalam hati saya sendiri. Tapi selama ini, luka besar yang sudah saya punya di dalamnya, membuat segala sakit itu tidak lagi cukup menyakiti saya. I'm used to hurt. And I’m okay. And that’s stupid.
I’m sorry Fa, I hurt you a lot.
***
Mungkin ada yang pernah merasakan hal yang sama. Tidak apa. Tidak perlu merasa sendirian. Saya pun pernah mengalaminya, kita selalu bisa menyembuhkan diri kita. Tapi sebelumnya, kita harus menemukan di mana letak luka itu dulu. Ayo temukan luka yang kamu sembunyikan. Lalu terima mereka menjadi bagian dari dirimu, and things will get better.

9 comments:

  1. saya sedang merasakanya. sayapun takut dan lelah mmenutupi semuanya :(

    ReplyDelete
  2. jangan sedih kak faa aku menemani mu :)
    kadang suka ngerasa punya luka yang sama sama kak fa (kalo ngebaca tulisan-tulisan kak fa) pertanda apa nih kak hehe. do you want to be my friend? :)

    ReplyDelete
  3. nyess bacanya. serasa lagi baca tentang diri sendiri..

    ReplyDelete
  4. Selalu suka sama tulisan-tulisan nya fa. Ayo menulis lagi fa, tiap hari saya buka blog kamu berharap ada tulisan baru

    ReplyDelete
  5. Kak Fa, kamu enggak sendiri. Kadang aku juga ngerasa seperti ada luka, tapi aku mampu hilangin itu. Aku biarkan lewat tanpa sedikitpun aku biarkan masuk apalagi nginap lama-lama didalam hati. Kak Fa, everythings will get better. Kadang memaafkan dan melupakan itu susah, tapi setidaknya aku coba untuk berhenti mengeluh. Aku bahkan takut kalau aku ternyata menyembunyikan luka, bukan menghilangkan. 😥

    ReplyDelete
  6. :) saya senang dengan kata kata mu, terima kasih telah membuka mata saya kalau saya tidak sendiri

    ReplyDelete
  7. aku sedang mengalaminya.. dan kata2 yg kamu racik selalu indah kak.. buruan bikin buku lagi..semangat kak !!!

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)