Tuesday, November 25, 2014

How's Life?


“How’s life?” Tanya seorang sahabat suatu hari. Sahabat yang secara berkala pasti melemparkan pertanyaan yang sama pada saya. Bunyinya sama; how’s life?

Ada banyak jenis jawaban yang saya berikan. Kalau saya sedang tidak di tengah kesibukan pekerjaan saya, saya akan menjabarkan secara rinci apa yang sedang terjadi pada hidup saya saat itu. Baik-buruknya. Tapi ada hari di mana jawaban yang muncul hanya berbunyi; fine.

Tapi hari itu saya menemukan sebuah jawaban baru. Bunyinya kali ini berbeda. Saya katakana padanya; hidup sedang baik. Dan akan selalu baik selama saya bisa melihat keluarga saya sehat.

Lalu dia pun menjawab; iya ya, semakin kita tua. Kita tidak lagi perlu alasan yang rumit untuk bahagia atau merasa baik-baik saja.

Dan ya, itu memang benar sekali.

Saya tidak perlu mejelaskan betapa 'sakit' bisa membuat hidup kita jadi tidak lagi menarik atau berjalan sangat buruk. Saya sudah mengalaminya saat Mama saya sakit, 8 tahun lebih lamanya. Dan beberapa waktu belakangan ini, kebetulan bapak saya pun lagi dikasih rejeki sakit. Walau pun tidak mengharuskan beliau menginap di rumah sakit, tapi kami harus berkali-kali bolak-balik rumah sakit. Rumah sakit yang sama, tempat mama saya pernah dirawat. Dan jelas saja, itu bukan hal yang menyenangkan. Walau saya tidak pernah mengeluhkannya pada siapa pun, tapi menginjakkan kaki di tempat itu bukanlah hal yang saya suka. Karena saya sangat tidak suka rumah sakit. Walau pun setiap kali ke sana, ada syukur yang saya ucap karena saya selalu bertemu dengan orang-orang yang jauh lebih malang dari saya kondisi kesehatannya. Tapi beginilah hidup. Terkadang kita harus menginjakkan kaki ke tempat yang tidak kita sukai, agar kita bisa sampai ke tempat yang lebih baik.

Dan sekarang saya menemukan definisi bahagia yang baru. Saya mungkin akan bahagia jika saya bisa bekerja di tempat yang lebih baik, dengan penghasilan yang lebih baik. Dan dengan penghasilan itu saya bisa menabung untuk pergi traveling ke tempat yang saya impikan sejak dulu. Atau membeli barang-barang bermerek yang tidak akan pernah habis seri dan jenisnya. Nongkrong di tempat kece sehingga placement eksistensi saya sebagai anak muda akan meningkat. Tapi saya tidak perlu semua itu. Saya hanya perlu sehat, dan melihat keluarga saya sehat. Maka saya sungguh bisa sangat merasa bahagia.

Karena saat kamu pernah kehilangan seseorang yang sangat kamu sayangi, kehilangan yang tidak lagi bisa membuatmu menemukannya, atau biasa kita sebut 'kematian'. Kamu akan menyadari, bahwa pada akhirnya kita tidak akan pernah bisa menyelamatkan siapa pun, bahkan diri kita sendiri dari peluk kematian itu. Tapi kita selalu bisa saling menyayangi, selama Tuhan beri kita kesehatan dan kebaik-baik saja-an. 

So, how’s life Fa?
Right now? I’m happy. Cause everybody healty :)


"Ketika usiamu semakin bertambah, dan mereka yang kamu sayangi pun semakin tua. Kamu akan menyadari bahwa bahagia itu adalah kesehatan." - falafu


4 comments:

  1. Kak Fa, tulisan-tulisanmu itu lho ~ jleb sekali .. :)

    ReplyDelete
  2. Dua tahun yang lalu ayah saya yang teristimewa juga pergi meninggalkan saya karena suatu sakit yang dideritanya fa, sekarang saya hanya tinggal berdua sama ibu saya. dan doa saya disetiap sholat yang paling utama adalah semoga Alloh SWT memberi kami kesehatan selalu. sama sepertimu, saya juga ingin terus sehat, dan orang disekeliling saya pun sehat. dan semoga kamupun, dan kita sehat selalu ya fa, mwach!

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)