Monday, July 14, 2014

Tuhan, saya tidak meminta banyak



Cintailah; dia yang mengaku mencintai apa yang tidak kamu miliki, karena dia bersuka-cita untuk mengisi ketiadaan itu. [fa]


Kenapa masih saja banyak yang begitu suka menuntut kesempurnaan, memang kalau sudah sempurna, apa lagi yang bisa dipeluk oleh mereka yang menyayangimu? Kenapa masih saja banyak yang begitu ingin didengarkan, tanpa peduli mendengarkan kembali. Kenapa masih saja banyak yang tak bersedia menerima perbedaan; yang berseberangan selalu salah, dan yang tak bersedia menurut sudah sepantasnya dibuang ke laut.

Kenapa masih saja, saya mau menuliskan kalimat kosong di atas. Tentu saja semua tahu, kalau jawabannya masih sama. Karena mereka masih manusia, dan karena saya masih manusia.

*bertahan untuk tidak menghela nafas panjang*

Tuhan, saya tidak meminta banyak. Ampunilah diri saya karena masih kerap keras kepala untuk memperdebatkan hal-hal yang baik—tapi dengan orang yang salah.

Tuhan, saya tidak meminta banyak. Ampunilah diri saya karena masih kerap keras hati untuk mempertanyakan hal-hal yang sederhana—tapi dengan orang yang keras kepala.

Tuhan, saya tidak meminta banyak. Semoga kelak, dia yang dengan suka-cita saya ingin isi kekurangannya; bersedia mencintai kembali apa yang tidak saya miliki.


Aamiin. 

3 comments:

  1. Kesempurnaan hanyalah milik-Nya, :)

    ReplyDelete
  2. Kesempurnaan? Mari kita bangun kesempurnaan kita mulai saat ini yaitu dengan menyempurnakan amal ibadah kita kpd Allah swt dan akan kita temukan hasil jerih payah bangunan kita di dunia nanti di SurgaNya

    ReplyDelete
  3. Apa yang membuat kita (manusia) tidak sempurna sejatinya adalah keinginan untuk jadi sempurna. Seandainya kita lepas "keinginan" itu, maka yang tersisa hanyalah "kesempurnaan". Rasanya mustahil, Tuhan yang mahasempurna menciptakan ciptaan yang cacat. Kadang kita sendirilah yang menciptakan kecacatan itu =).

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)