Friday, December 13, 2013

Palsu



Belakangan ini saya dihadapkan dengan begitu banyak pelajaran hidup, bukan, bukan hanya hidup saya saja, tapi juga bagaimana orang-orang di sekitar saya menjalani hidupnya sendiri-sendiri.

Well, satu yang saya pikirkan benar-benar adalah bagaimana kamu harus berani menjadi baik bagi dirimu sendiri. Bukan berani mencitrakan diri sebagai orang baik, tapi mencoba setengah mati menjadi orang baik itu.

Saya dipertemukan dengan beberapa orang perempuan yang, bila kamu lihat dari luar mereka tampak cantik, lemah lembut, menutup auratnya, tapi nyatanya, mereka punya kepribadian yang sangat disayangkan untuk mereka miliki. Saya juga dipertemukan dengan beberapa orang pria yang, bila kamu lihat dari luar mereka tampak tampan, berkecukupan, pandai, populer, dll, tapi ternyata mereka punya kepribadian yang sangat disayangkan untuk mereka milki.

Saya bukan manusia baik, jauh sekali dari baik. Saya masih suka membicarakan orang lain, atau masih suka membandingkan hidup saya sendiri dengan orang di sekitar saya, lalu saya pun mampu seketika merasa tidak beruntung.

Terkadang sebuah pertanyaan muncul di kepala saya; duh kurang apa sih dia, fisik baik, otak baik, isi dompet baik, tapi kenapa masih saja dengan mudah melakukan hal-hal yang dilarang Tuhan? Lalu saya pun mulai merasa kesal dengan diri saya sendiri, karena merasa cukup pantas mempertanyakan perihal hidup orang lain, di saat saya bahkan tidak pernah ‘merasakan hidup’ menjadi mereka.

Tapi kalau ternyata alasannya adalah kemalangan yang pernah mereka lalui di masa lalu, atau kelemahan yang mereka miliki detik ini, bukankah itu terlalu klise sekali. I mean, come on, siapa manusia yang tidak punya masa lalu, siapa manusia yang tidak pernah melewati hari berat di dalam hidupnya, siapa manusia yang tidak punya kelemahan? TIDAK ADA.

Ketika ada seseorang yang mampu bertahan hidup dengan memilih tetap menjadi manusia baik-baik, maka sesungguhnya siapa pun pasti mampu.

Tidak ada alasan yang bisa dijadikan pembenaran, untuk melakukan hal-hal tidak baik, apalagi yang luar biasa tidak baik.

Saya sedih sekali, setiap kali berpikir, bahwa mungkin semua orang sudah bosan berusaha menjadi yang terbaik yang mampu mereka bisa.

Saya sangat bersyukur, karena sampai detik ini saya tidak pernah berusaha tampak keren, bila hanya untuk bisa dihargai oleh orang-orang di sekitar saya. Saya tidak perlu pengakuan dari orang-orang yang merasa hanya pantas bergaul dengan kalangan tertentu saja. Karena saya percaya, seburuk apa pun hidup saya berjalan, selama saya masih punya Tuhan, maka masih akan ada sayang yang tersisa untuk saya miliki.

Saya juga tidak pernah berusaha jadi ini itu agar orang yang saya sayangi, mau tetap berada di sisi saya. Selama saya tahu, bahwa selama ini saya tidak pernah memperlakukan mereka dengan buruk, saya tidak berbohong atau menghianati, maka kalau mereka tetap memutuskan untuk pergi, mereka punya hak untuk melakukannya. Saya tidak perlu disayangi kembali oleh orang-orang yang bahkan tidak bisa memeluk saya seutuhnya. Ketika mereka pergi, saya hanya meyakini satu hal, bahwa mereka baru saja kehilangan satu ketulusan yang saya siapkan untuk mereka. Dan saya bukanlah bagian yang dirugikan atasnya.

Banyak sekali orang palsu di sekelilingmu. Maka bila kamu bertemu yang masih mau jadi dirinya sendiri dan menerimamu sebagai kamu yang sebenarnya, simpan mereka sebagai harta karun. Karena terkadang Tuhan, tidak memberi mereka kesempatan untuk dua kali lewat dalam hidupmu.

fa. xo

PS: FARAH CAPEK NGELIAT ORANG PALSU. NATAP ORANG PALSU. PURA-PURA NGGA TAU KALO MEREKA PALSU. 

7 comments:

  1. Sepertinya aku sudah bertemu dengan mereka, Kak. Saat-saat ketika aku bertindak begitu bodoh dan ceroboh, mereka masih tetap mau menganggapku ada. Masih tetap begitu setia membungkus hari-hariku dengan tawa. Aku beruntung punya mereka =)

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah... Saya menemukan sedikit diantara yg ada yaitu mereka yg menertawakan kebodohan saya namun tetap menyokong saya agar tidak jatuh lagi.
    Dan bagi yg palsu, by the time, mereka hilang. Seleksi alam.

    ReplyDelete
  3. Dikampus kita Far, contoh banyaknya (?) ;)

    ReplyDelete
  4. Why there is so many fake people ya kak? Aku juga muak sama mereka yang pura-pura nggak tau kalo mereka itu palsu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. mungkin kalau mereka dimusnahin sama Tuhan, dunia justru ngga menarik lagi :p

      Delete

Thanks for reading my post! :)