Sunday, March 10, 2013

Sampai saat ini


When I saw you I fell in love, and you smiled because you knew. 
(William Shakespeare)

“Aku sangat bahagia saat ini. Perempuan yang begitu kusayangi, dia selalu tersenyum padaku setiap kali aku menyapanya. Setiap kali mata kami bertemu. Dia bertanya apa perutku cukup penuh terisi untuk bisa tertidur dengan lelap, dan apa hatiku pun cukup dipenuhi syukur untuk bisa bertemu esok pagi—setiap harinya. Bukankah ini seperti mimpi? Maka biarkan aku tertidur sebentar lagi. Beri waktu aku untuk melalui kebahagiaan ini dengan tidak terburu-buru. Kau yang paling tau, bahwa hal yang seperti ini, aku begitu sulit menemukannya.”

***

Saat bilangan usiamu semakin bertambah. Semakin sedikit hal yang kau inginkan. Semakin terlihat mana-mana yang mustahil, mana-mana yang masih mungkin diwujudkan. Beberapa impian pun mulai terasa pahit. Karena impian itu dulu, terlalu terburu-buru dibentuk. Terlalu tergesa-gesa dilabeli harus terwujud.

Kemarin saya menulis sebuah twit yang berbunyi; aku ingin pria seperti itu, yang setiap kali aku menyapanya maka ia pun tersenyum padaku. Seberapa pun ia kesal. Seberapa pun ia bosan.

Saya menulisnya setelah menonton sebuah drama korea berjudul Nice Guy. Pemeran utama pria adalah sosok yang pandai, mandiri juga tampan, namanya Maru. Tapi Maru begitu lemah karena cinta. Dia tergila-gila pada seorang perempuan cantik yang dia kenal sejak dia kecil. Mereka sama tinggal di sebuah lingkungan kumuh dengan kehidupan yang begitu buruk.

Maru
Di suatu ketika, atas nama cinta Maru mengaku telah membunuh seseorang yang sebenarnya dibunuh oleh perempuan itu. Dia yang sedang berada di tahun ke-tiganya di sebuah fakultas kedokteran pun harus rela dipenjara dan putus kuliah. Dan perempuan itu, yang sebelumnya berjanji akan menunggunya ternyata berhianat. Perempuan itu meninggalkannya dan memilih menjadi istri simpanan seorang konglomerat dan telah memiliki satu anak ketika Maru keluar dari penjara.

Alasannya hanya satu; Ingin mengubah nasib. Tidak lagi ingin hidup seperti sampah. Katanya; cinta tidak akan pernah bisa memberinya makan.

Lucunya, ketika dia telah memiliki segalanya dan menyadari bahwa pria bodoh yang selama ini jatuh cinta padanya telah berpindah hati ke perempuan lain--yang adalah anak tiriny sendiri, dia justru ingin melepaskan segalanya hanya agar pria itu kembali. Tapi, mana ada cinta yang bisa kembali bila perasaan yang mengisinya bahkan telah hilang?

“Kamu bahagia setelah sampai di atas sana?”

“Dulu aku pikir, aku akan bahagia. Tapi setelah sampai ke tempat yang kusebut impian, aku tak menemukan kebahagiaan itu.”

“Seharusnya, setelah menyakiti begitu banyak orang hanya agar bisa sampai ke sana. Setidaknya, kamu harus bisa berpura-pura bahagia agar kami tidak merasa dikecewakan dua kali.”

Itu adalah salah satu percakapan yang begitu saya ingat. Saya bahkan tersenyum kecut saat mendengarnya.

Ini pun yang saya rasakan, saya.. begitu benci pada mereka yang menyatakan penyesalan setelah menyakiti dan mengecewakan saya dengan begitu keterlaluan. Bagaimana bisa kamu meninggalkan seseorang, kemudian menyakitinya, lalu melakukan keduanya hanya untuk menyesal? Bukankah yang demikian terlalu buruk untuk diterima? Apa gunanya manusia punya akal dan hati. Bila tidak dia gunakan untuk berpikir dan merasa sebelum dia bertindak dan bicara? Sungguh, saya tak apa disakiti, asal setelah menyakiti saya, orang tersebut benar bisa mendapatkan apa yang dia harapkan, mendapatkan apa yang mungkin tidak bisa dia temukan di dalam diri saya. Tapi bila suatu ketika dia menyesal, bisakah dia simpan penyesalan itu sendiri?

Seharusnya, ketika seseorang berani bertindak salah, dia pun harus berani kalah. Bila dia seketika merasa menyesal, maka ceritakanlah penyesalan tersebut pada Tuhan. Tidak semua manusia, suka mendengar penyesalan. Saya tidak melalui hal buruk atau perasaan buruk hanya untuk mendengar penyesalan dari mulut seseorang yang dengan penuh kesadaran telah memilih untuk mengecewakan saya.

Saya tidak mengatakan bahwa manusia tidak boleh menyesal. Penyesalan adalah bagian dari hidup. Tapi bagi saya, penyesalan tidak akan menyembuhkan apa-apa untuk saya yang dikecewakan. Jadi simpanlah saja penyesalanmu, bila kamu merasa telah mengecewakan saya. Untuk orang lain, itu terserah padamu, tapi tidak pada saya.

***

Sejak dulu, saya pun benci sekali uang banyak. Saya pernah menyaksikan bagaimana seseorang yang begitu saya kenal berubah menjadi seseorang yang tidak saya kenali hanya karena uang. Saya beritahu, yang demikian tidak hanya terjadi di film atau drama. Ditulis oleh tangan script writer dan kamu saksikan di layar kaca. Percayalah, yang demikian benar terjadi di dalam kehidupan ini. Dan sesungguhnya, kejadiannya lebih mengerikan dari yang ada di televisi.

Saya bisa hidup hanya dengan tersenyum dan menerima senyum. Bila saya hidup dengan seseorang yang tidak pernah bosan tersenyum pada saya dan tidak mudah marah untuk perdebatan sepele kami, saya pasti bisa bertahan seberapa pun hidup begitu sulit saya lalui. Saya tidak butuh uang banyak. Jelas saja saya pun juga tidak ingin hidup miskin, tapi rasa miskin hanya akan datang kepada orang yang malas. Banyak kok mereka yang dipandang miskin, tapi justru merasa hidup begitu berkecukupan. Karena mereka bekerja keras, mereka selalu menghargai seberapa pun sedikit rupiah yang mereka miliki. Bukan justru menghujat Tuhan dan nasib, bukan justru meminta-minta dan merasa cukup hina untuk melakukannya.

Jelas saja saya juga ingin memiliki pasangan yang mampu menyekolahkan anak-anak kami sampai mereka kelak pun mampu menyekolahkan anak-anak mereka. Tapi saya tidak pernah ingin menjadikan harta sebagai sesuatu yang harus saya kumpulkan agar saya semakin kaya. Mati pun, saya hanya dibalut kain. Saya belajar begitu banyak saat saya harus kehilangan Ibu saya. Menyaksikannya dikubur dan hilang dari pandangan saya. Kelak pun, saya hanya akan jadi sesuatu yang hilang sendirian. Boro-boro sempat membawa serta selogam uang. Ditelanjangi pun, saya sudah tak bisa menutupi tubuh saya sendiri. Jadi apa yang penting untuk saya kumpulkan di dunia yang kelak tidak akan ikut pergi bersama saya ini? Bagi saya tidak ada yang lebih penting kecuali mengumpulkan kebaikan, juga mengumpulkan senyum dari hati-hati yang tulus menyayangimu.

Maru, dia selalu betah tersenyum pada orang-orang yang dia sayangi, dia tak pandai marah juga begitu penyabar, dia jujur dan dia cerdas. Tapi sayangnya dia mirip saya, dia bodoh. Dia begitu mudah percaya, bahwa seseorang yang mengatakan kalau dia menyayangimu, adalah seseorang yang tak akan pernah menyakitimu. Tapi hey, tak ada manusia yang selamanya malang atau selamanya bodoh. Tidak ada :)

Itu kenapa walau pun demikian, sampai saat ini saya tetap ingin bisa dipertemukan dengan pria seperti Maru, pria yang punya se-kotak senyum unlimited di dalam dirinya. Lalu kami akan hidup dengan kesabaran yang bila salah satunya putus, maka yang lain tak lelah menyambung asa :)




19 comments:

  1. itu drama tahun brp kak?jadi pengin nonton :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. drama akhir tahun lalu kok sayang, kamu bisa cek di sini ya :) www.koreandrama.org/?p=20782

      Delete
  2. pilem 50/50 juga mirip, cewenya selingkuh, pergi terus minta balik lagi -__-
    ah sudahlah. :|

    ReplyDelete
  3. Wuaaaa,,,,saya juga suka fa drama ini! Jalan ceritanya bagus, rumit tapi menarik,,, tokoh pria'a juga cakep! Hoho,,,,
    * kalo nemu lelaki yang seperti ini kabar-kabari ya fa,,,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, si joong ki juga actingnya berkembang banget hehehe..

      Delete
    2. Jadi pengen nonton ulang fa,,,hoho
      * bongkar2 kotak DVD!

      Delete
  4. Saya suka bgt drama ini kak, selain faktor jongki oppa, jalan cerita dan didukung soundtrack*ngerti dikit2 bahasanya* yg mengharukan , saya suka postingan kak fa yg ini, sebenarnya saya suka semua postingan kakak sih :p

    ReplyDelete
  5. suka banget sama tulisan ini ! keep good writing yaa :)

    ReplyDelete
  6. daebaakkkk kak faaaa, tulisannya keren banget.. Temanku ga mau minjemin dramkor nice guy nyaa. Katanya takut saya belajar balas dendam dari tuh film, ckck...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ckckck temenmu lebai ah.. biasa aja kok ceritanya, ngga akan bikin orang yg nonton jadi pengen bales dendam juga :p
      trims ya sudah mampir ;)

      Delete
  7. Keren Fa !! Semoga gue bisa punya jodoh kaya Fa yg ga matre.. Hahahaha

    ReplyDelete
  8. Hmmmn, tulisanya kak fa bagus yaa | iyaa,,,
    ada banyak pelajaran disini.


    ReplyDelete
  9. posting tulisanya bagus banget saya jadi ikut terbawa sama tulisanya , nice :) :)
    says jg suka dengan drama ini "nice guy" yg saya suka ktika pemeran wanitanya menghampiri prianya ketika hujan dan tidak memperdulikan kesakitan di dirinya bahkan ia ingin bahagia seperti psangan kain meskipun maroo mndkatinya hanya ingin balas dendam

    bella

    ReplyDelete
  10. aku suka dengan blog ini menarik , aku jg sdang mencari kebahagiaan :(

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)