Thursday, February 21, 2013

Pergi Peluk Aku (Lagi)



Apa yang kau takutkan, aku menyayangimu sepenuh ketukan. 60 ketuk setiap menitnya. 60 ketuk dikali 60 setiap jam dan selamanya.
Aku selalu ingat bagaimana gerak keningmu melipat kerut saat senyum bulan sabit mengembang di pipimu.
Aku selalu ingat bagaimana suaramu memudar saat kau begitu terpingkal setiap kali kita menonton film lucu bersama.
Aku selalu ingat bagaimana lesung di pipimu menusuk tepat di hatiku setiap kali aku bilang; jangan pergi, jangan pernah hilang-karena aku sekarang sendirian. 
Karena kamu mengira, perpisahan adalah hal yang mustahil kita temukan.
Karena dulu, kamu selalu merasa bahwa ketakutanku itu adalah sebuah hal yang lucu. 
Biasanya aku hanya takut gelap. Tapi kali itu, aku begitu takut kehilanganmu.
Aku selalu ingat bagaimana hidup begitu ringan kuhadapi saat aku memiliki sesuatu untuk kutunggu-tunggu. 
Menunggumu tiba, menunggu kabarmu sampai di rumah, menunggu telponmu, menunggumu membalas pesanku, menunggumu tersenyum, menunggumu menyelesaikan kesedihanku. 
Aku selalu ingat, ketika sebelumnya, menunggu tak pernah semenyenangkan ini.
Aku tak berharap kamu masih mengingatnya juga. Aku hanya berharap kamu tidak keberatan kalau aku, masih belum kelu membicarakan ini pada udara dan seisinya.
Ada kalimat yang begitu aku sukai yang keluar dari bibirmu, yaitu saat kamu bilang; aku tak akan pernah pergi. Bila aku pergi darimu, yakinlah aku memilih itu bukan karena benar menginginkannya.
Kamu tahu, kalimat itu yang selalu membuatku mampu memaafkanmu.
Ada kalimat yang begitu aku sukai yang keluar dari bibirku, yaitu saat aku bilang; aku percaya kalau setiap kehilangan yang terjadi dalam hidup, adalah kehilangan yang akan menjelma syukur di hari yang lain.
Kamu tahu, kalimat itu yang selalu membuatku mampu memaafkan diriku.
Bila kelak ada lagi pagi yang bisa kita awali dengan bahagia.
Jangan lupa, bahwa kehilangan ini pernah mengantar kita sampai ke sana.
Dan bila syukur itu pun telah tiba, peluk aku (lagi) dengan ke-baik-baik sajaanmu.

6 comments:

  1. aku lagi kehilangan ssorang ka fa, karena keadaan :""

    ReplyDelete
  2. "Biasanya aku hanya takut gelap. Tapi kali itu, aku begitu takut kehilanganmu." makasih buat tulisan ini ka Fa :')

    ReplyDelete
  3. kakak, tulisannya bagus banget, pas banget.
    aku lagi takut kehilangan sahabat" aku buat saat ini.

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)