Sunday, February 03, 2013

Dear my future fav man


Dear suamiku kelak..

Haiiii, apa kabar sayang? Sudah lama sekali aku tidak menyapa ya.. Sudah lama sekali aku tidak menuliskan apa pun untukmu, tidak berkirim kabar, tidak menerbangkan rindu barang sehelai.

Hey, kamu pasti bertanya-tanya.. kemana perginya istriku yang biasanya berkirim surat? Kemana perginya dia? Maafkan istrimu yang tidak berbakti ini sayang, maafkan saja dia karena telah membuatmu begitu khawatir. Dia memang pelupa dan ceroboh. Dia pantas dihukum. Nanti, kalau ternyata kamu bertemu dengannya di sebuah jalan, tak usah menyapanya. Abaikan saja dia, seperti dia selama ini mengabaikanmu.

*tersenyum kecil* Aku tahu kamu pasti tidak akan tega melakukannya. Aku tahu kamu adalah tipe pria yang akan langsung memelukku ketika kita akhirnya dipertemukan. Tidak memeluk dengan kedua lenganmu yang begitu aku rindukan, kamu akan memelukku dengan kedua bola matamu yang hangat. Kamu tidak seperti aku, kamu bukan pria yang pandai mengabaikan seseorang yang kamu sayangi. Itu kenapa kita berjodoh, karena kita begitu berbeda. Karena kamu ada untuk mengisi celah-celah kosong di dalam puzzleku. Bukan untuk menerima aku apa adanya, kamu ada untuk melengkapi segala yang ada padaku. Di matamu, aku tak pernah terlihat hanya apa adanya. Kamu mencintaiku, karena aku memiliki apa yang juga akan melengkapimu.

*menghela nafas panjang*

Sebenarnya aku tidak pernah melupakanmu. Aku hanya ingin menyapa ketika aku siap. Siap untuk mengatakan; Sayang, Mamaku, dia sudah meninggal sekarang dan aku berhasil menemaninya sampai akhir. Aku melakukannya dengan tidak begitu baik. Aku banyak melakukan salah di sana sini. Maafkan aku ya. Tapi lihatlah, aku masih jadi Fa yang sama. Aku tidak berubah. Aku masih membosankan dan menyebalkan. Kamu pasti akan tetap mengenaliku ketika pada akhirnya kita dipertemukan. Sayang, aku adalah anak piatu sekarang. Jangan kasihan ya—aku benci dikasihani, kasihi aku saja seperti yang selama ini kamu lakukan :-)

HA! LIHAT! Aku tidak menangis saat menuliskan paragraf tadi.

Kemarin. Aku begitu takut menuliskannya. Aku begitu takut menangis saat menuliskannya. Aku tidak mau tampak jelek di hadapanmu. Kamu kan tahu, wajahku ini tidak cantik—aku tidak mau make up-ku luntur dan eye liner-ku blepotan kemana-mana. Ya, walau pun aku tetap harus menahan nafasku tadi, walau pun sembulan air kembali menggenang di kelopakku, tapi aku berhasil menahannya untuk tidak jatuh. Kamu harus membelikanku es krim rasa strawberry saat kita bertemu untuk keberanianku yang kali ini ya! :D

*sigh hutang es krimmu sudah banyak. Pastikan kamu membawa cukup uang di dompet saat kita bertemu, aku pun akan memastikan perutku cukup lapar untuk memakan semua es krim itu.

Sayang, aku tidak tahu apakah kamu masih memiliki ibu atau tidak. Kalau kamu pun seorang anak piatu maka kita akan sama-sama mendoakan ibu kita. Kalau ternyata kamu masih memiliki ibu, maka aku ingin menyayanginya seperti aku menyayangi ibuku selama ini. Berbelanja dan membuat kue bersama ibu adalah hal yang begitu aku rindukan—nanti aku akan melakukannya sering-sering.

Oh ya, apa aku boleh memanggilnya Mama? Aku tidak tahu, seperti apa kamu memanggilnya selama ini, tapi aku harap, aku boleh memanggilnya Mama. Aku rindu memanggil seseorang dengan panggilan itu. Dan apa boleh, kalau suatu hari nanti aku melahirkan anak kita, apa aku boleh menggenggam tangan ibumu di ruang persalinan? Aku ingin sekali ditemani ibu saat aku melahirkan. Itu adalah salah satu mimpiku sebagai anak perempuan.

Tetapi kalau nanti ternyata kamu pun sudah tidak memiliki ibu. Maka pastikan genggamanmu cukup kuat untuk menguatkan aku, karena aku pasti akan sangat ketakutan hari itu. Tapi kita, pasti akan melewatinya dengan baik. Ya, kan?

Aigoo.. aku nangis waktu nulis paragraf barusan. Cengeng banget ya.. *cuci muka pake facial wash*

Jadi, sudah sampai di manakah sekarang? Apa kamu tidak punya google map di sana? Ponselmu bukan smart phone kah? Kenapa begitu lama datang? *manyun*

Tanggal 13 Juli kemarin tidak ada yang bisa kupukul-pukul dadanya saat aku berteriak menangis sampai sesak nafas. Tidak ada pula yang dengkulnya bisa kutendang saat aku begitu merindukan Mama. Kamu harus tahu bahwa aku begitu banyak bercerita pada tembok sebelum aku tidur. Aku kesepian. Bagaimana kamu bisa bertanggung-jawab karena telah membuatku terlihat seperti perempuan bodoh?

Ah ya, kalau begitu kamu harus cukup tampan untuk bertemu denganku nanti. Setidaknya kamu harus punya 50% dari kharisma yang dimiliki Johnny Depp.


Kamu pun setidaknya harus setinggi dan seimut Gong Yoo Oppa.


Dan senyummu, kamu harus punya lesung pipi yang cukup dalam untuk membuatku terpesona. 
Senyum mirip punyanya Joseph Gordon Levitt aja udah cukup.


Matamu pun harus seindah milik Matt Bomer


Kamu juga harus punya keberanian dan kejujuran seperti Lee Min Ho sewaktu dia jadi Panglima Perang Choi Young.


Biar nanti kita bisa punya anak se-imut ini:


Hahahaha.. (^..^)v aku becanda. *ditoyol*

Sudah aku bilang kan, kamu tidak perlu mengagumkan untuk bisa kusayangi. Cukup bersabar menemani saat aku marah dan tetap tinggal seberapa pun membosankannya aku nanti. Kamu dengar itu? Kamu harus tetap tinggal saat aku berteriak pergi. Kamu harus terus memelukku walau aku meronta untuk dilepaskan. Kamu pun harus terus menyapaku, walau aku mendiamkanmu. Karena mungkin aku akan banyak diam saat aku marah dan kecewa—karena aku terlalu lemah untuk meneriakkan kata-kata menyakitkan pada orang yang kusayangi.

Kamu tahu kan, aku keras kepala dan tidak pernah mau disalahkan, aku begitu lelah disalahkan sejak kecil. Kamu pasti mengerti. Karena kamu suamiku. Kamu pasti akan jadi pria yang paling mengerti bagaimana aku :’)

Di sini aku tidak apa-apa. Hatiku sudah sembuh. Aku sekarang sudah jauh lebih baik. Aku pun sudah berhenti bicara pada langit-langit kamar. Aku semakin banyak membaca dan menulis.. tanpa kedua hal itu, aku pasti sudah mati karena sedih. Nanti, kamu harus membuatkan sebuah toko buku kecil untukku ya.. bekerjalah yang keras, dan buatkan aku sebuah toko buku kecil yang juga menjual es krim rasa buah di dalamnya. Kita akan mengecet kusen jendela dan pintunya dengan warna hijau. Semanis toko buku Shakespeare and Company ini <3



***

Pastikan kalau perutmu selalu kenyang dan baik-baik saja. Pastikan kalau kamu belum bosan menujuku. Aku, aku akan selalu memastikan bahwa aku baik-baik saja di sini ;-)
Oppa.. Nan god saeeommagaiss-eul su issseunida. Nan geob-idoeeossseubnida. Nan museoun kkum-eul kkwoss-eoyo. Nan geunyeoleul silh-eohajiman, appaneun geugeos-eul salang haess-eo. Naneun mueos-eulhaeyahabnikka? Uli eomma hante museun mal-eulhaeyahabnikka?
Oppa.. modu jal doel geos-ilago malhae.


Ini Aku,

Istrimu Kelak.


*bahasa koreanya hanya dari google translate, jadi kebenaran arti dan ejaan tidak bisa dipastikan*

8 comments:

  1. percaya deh ujung kening ka fa udah tertangkap oleh mata suami kaka . . dia hanya sedang berjalan terseok2 ke arah kaka, tau kenapa?? karna dia harus bawa gerobak eskrim dan seperangkat alat tokoh buku sekaligus. (^_^)v

    by Elya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah ya, itu kenapa dia pantas dinantikan kedatangannya. Dia membawa segala yang kelak akan melengkapiku ;-)

      Delete
  2. Saya jadi merindukan suami saya kelak setelah membaca postingan kakak yang ini ;( saya juga cukup mengabaikannya beberapa waku terakhir ini . saya gak akan mengulanginya lagi, semoga dia yang kelak akan saya temui gak marah . makasih sudah mengingatkan kak fa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe its just one of my imagination darl, semoga lekas bertemu pria fav mu ya :)

      Delete
  3. kalo boleh tau arti paragraf yg bhsa korea apa ya? #kepo

    ReplyDelete
  4. Kak Faaa... ini inspiring bgt !
    Sampe2 aku bikin yg kaya gini juga di blog ku..
    Maaf ya kak baru bilang pas di blog udah jadi. :( (please jgn dituntut)

    kalo sempet, mampir yaa.. :* Kalo ga sempet, bales komen'ku ini aja. Biar akunya seneng. Hahaha

    http://katanyaaku.blogspot.com/2013/02/my-favourite-future-husband.html

    tulisannya masi berantakan sih kak.. belum se-WOW punyanya kak fa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah senang sekali bisa menginspirasi kamu.
      saya udah baca postingmu dan ketawa sendiri. nice try ;)

      Delete

Thanks for reading my post! :)