Thursday, January 31, 2013

Semoga saja itu benar



Memory is a funny thing.—Haruki Murakami

Mungkin memang benar, segalanya bisa datang hanya karena terbiasa. Terbiasa diperhatikan, maka akan tumbuh sayang. Terbiasa dikecewakan, maka kelak dapat menimbulkan kebencian. Itu kenapa kita harus pandai memilah-milah apa saja yang patut dan tidak patut dibiasakan dalam kehidupan kita. Apa yang boleh diharapkan, apa yang harus dilupakan—sebelum mereka menjadi hal yang menyakitkan dan tak terlupakan pada akhirnya.

Hingga kelak kita tak perlu mengalami yang namanya terlalu menyayangi atau terlalu membenci seseorang atau pun sesuatu. Karena apa pun, entah itu manusia atau benda, entah itu benci atau cinta, segala rasa itu bisa seketika tersapu angin landai dan hilang terbawa gelombang waktu.

Karena harus berdiri sendiri untuk jadi yang mengingat segalanya adalah hal yang begitu menyakitkan. Rasanya seperti, seperti tampak begitu tolol setiap kali bercermin. Seperti merindukan hal yang pernah ada, tapi hanya bisa diingat seorang diri. Tak ada seseorang yang bisa ditanyakan; hey kamu ingat ngga waktu itu kita begini, waktu itu kita begitu, waktu itu kita ke sana, waktu itu kita akhirnya sampai di sini. Ingatkah?

Tak ada suara, karena kita tengah bertanya pada udara. Adakah yang lebih buruk dari itu?

Untuk apa sesuatu yang bisa diingat, bila kita hanya bisa mengingatnya seorang diri?

Pergi seorang diri tanpa bertemu seorang pun? Apa yang bisa diingat? Mencintai seorang diri dan tidak menuju kemana pun? Apa yang bisa didapat?

***

Karena saat kita jatuh cinta, kita akan mengamini kalimat yang Murakami tulis; If you remember me, then I don’t care if everyone else forgets.

Tapi bagaimana jika, dia tiba-tiba tak lagi ingin mengingatmu?

Bagaimana jika, dia tiba-tiba bertingkah seolah kamu tak pernah ada dalam hidupnya?

Dan kamu pun, sudah terlanjur dilupakan oleh mereka yang lain, yang pernah menyayangimu.

Mungkin memang benar, segalanya bisa hilang hanya karena terbiasa. Terbiasa diam maka akan saling melupakan.

Benarkah? Semoga saja itu benar.

Semoga benar akan tiba waktunya saya melupakanmu sama sekali.

8 comments:

  1. 'terbiasa diam maka akan saling melupakan'
    suka tidak suka aku hrs mengakui bhwa itu memang benar . .

    thx ka fa aku slalu suka cara kaka menyampaikan sesuatu :)

    by elya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sama Allah aja yok ;-)
      Suka gimana gitu kalo dimakasihin :-\

      Delete
  2. kalo terbiasa diam tp tdk ingin dilupakan x_x

    ReplyDelete
  3. Kak Fa, aku seneng banget baca blog kakak. Aku jadi semangat nulis lagi kak. hehehe Kak Fa boleh ngga kata-katanya aku share d blog ku? Aku cantumin nama kakak juga kok, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. huaaa terima kasih mira, tentu saja boleh, selalu happy kalau bisa membantu kamu semakin giat menulis ^^

      Delete

Thanks for reading my post! :)