Sunday, January 27, 2013

Jarak


Bagaimana mencintaimu pun, bisa mematahkan diriku sendiri. Maka jangan biarkan aku memilih jadi patah. Seharusnya cintamu ada untuk memastikan aku baik-baik saja.-falafu
***
Ada yang bilang jarak akan membuat kamu tersadar seberapa pentingnya seseorang yang selama ini tidak kamu pertimbangkan keberadaannya di dalam hidupmu. Ada yang bilang jarak akan membuat kamu tahu seberapa besar kadar cintamu pada seseorang yang selama ini selalu ada untukmu. Ada pula yang bilang jarak akan membuatmu mengerti, bagaimana rasa sakitnya merindui.
Saya sendiri memahami soal bagaimana jarak, terkadang memberi saya ruang untuk mengelupas isi perasaan saya sendiri. Jarak pun kadang memberi saya kesempatan untuk mencari kebahagiaan lain yang mungkin akan saya dapatkan ketimbang keras kepala bertahan, di sisi seseorang yang sama sekali tak mengerti seberapa berartinya dia untuk saya selama ini. Jarak pun, kerap membuat saya dibenci oleh mereka yang begitu saya sayangi. Hanya karena mereka tak mampu memahami bahwa merekalah yang selama ini, sebenarnya telah menggaris jarak di antara kami.
Kita tak mungkin berjarak tanpa alasan. Tidak pernah mungkin. Walau beribu alasan itu tak pernah ada yang sanggup mengungkapnya, selalu ada alasan kenapa seseorang mengambil langkah mundur, atau justru mengambil langkah berlari menjauhi. Selalu ada yang terluka, dan selalu ada yang bertanya-tanya. Entah berapa juta orang di dunia ini, di detik ini, yang tengah mempertanyakan soal jarak menyakitkan yang mereka hadapi. Dan mengarang jawaban yang mampu menghibur kegalauan hati mereka sendiri-pada akhirnya.
Beberapa tak mampu memahami, seberapa sedihnya melihat seseorang yang begitu ingin kita bahagiakan terlihat begitu bahagia bersama seseorang yang bahkan baru mereka temui-dibanding dengan kita yang setiap waktu selalu ada untuknya selama ini. Itu adalah detik di mana kita merasa kecewa atas diri kita sendiri.
Tidak akan sanggup menyalahkan siapa pun, selain menyalahkan diri sendiri. Lagi pula siapa yang sanggup menyalahkan orang yang begitu disayangi? Sayang yang sebenarnya, akan selalu lebih dulu bertanya soal kekurangan diri sendiri. Lalu setelah pertanyaan panjang, biasanya seseorang akan lebih suka memutuskan;
"Baiklah, aku akan memberikan kesempatan kalian untuk bahagia, dengan memberi jarak pada kita. Bukan karena aku tak mencintaimu, ini hanya karena aku terlalu mencintaimu."
Terpujilah mereka yang benar sanggup melakukannya tanpa merasa sakit.
Karena kamu tahu, ada kalanya mencintai berarti harus berani menghadapi sakit untuk memilih bertahan. Dan beberapa begitu tak sanggup menahan sakit dan justru memilih memberi kesempatan pada dia yang tengah disayangi-untuk menikmati hal yang tengah membuatnya bahagia detik itu. Walau itu berarti memberinya kesempatan berbahagia bersama selain kita.
Pergi, bukan berarti tak ingin bertahan. Terkadang pergi, berarti berani memberi diri kesempatan untuk lebih bahagia, walau pun berarti harus berjalan tanpanya. Walau pun pergi tak jauh lebih mudah dari bertahan tinggal. Tetapi pergi setidaknya masih memberi kesempatan untuk tidak membuang waktu, dengan berpura bahagia melihatnya-bahagia bersama orang lain.
Ada begitu banyak cinta yang memaksa seseorang untuk ber-akting tengah bahagia padahal hatinya hancur tak keruan. Itulah mereka yang memilih menahan sakit dengan bertahan bersama orang yang mereka sayangi. Karena begitu takut berjarak dengan hati yang begitu mereka cintai.
Dan saya, tidak selalu sanggup memilihnya
Tidak dan terima kasih :)
Waktu selalu mampu memberi jarak. Walau tak selalu berhasil membuat perbedaan perasaan.- falafu



10 comments:

  1. Tapi jarak bisa jadi merubah sebuah perasaan yang ada ka Fa <3
    Selalu mencintai tulisan ka Fa.

    Love,

    Echa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa bisa asal usahanya keras :-P
      Love u more chaaaa :-*

      Delete
  2. memberi jarak dengan disengaja sakit ya kak. walaupun kesengajaan jarak itu demi kebaikan :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sakit sekali. Tapi perempuan harus berani bersikap, kalau kepengecutan si pria justru jadi ikut melemahkannya.
      Tapi biasanya yang ditinggal lebih suka melihat yang pergi sebagai penghianat, karena menyalahkan yang pergi selalu lebih mudah dari pada menginstropeksi diri sendiri ;-)

      Delete
  3. Kak fa, tulisan kakak kali ini pas bgt sama hidup yg aku jalani sekarang kak. Semoga aku bisa memutar haluan ya kak buat kembali pada cinta yang lama :')

    ReplyDelete
  4. kak fa, kagum sama tulisan" kakak ;)
    semuany tertata rapih :)

    ReplyDelete
  5. slam knal kak fa :)
    saya suka smua tulisan kakak, terutama yang satu ini :)

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)