Thursday, November 01, 2012

Fa's Quotes November 2012



Ada kalanya kamu harus jadi yang berdiri sendiri untuk mengingat segala. Entah karena hal itu terlalu baik atau terlalu buruk untuk dilupakan.

Saya ingin pergi. Tidak menuju ke mana kamu ingin. Tapi ke mana kita hendak. Ke tempat yang kita namai rumah.

Bila kau jadi pagi, aku ingin jadi malam yang sabar menunggumu pulang. Yang selalu siap menghilang dari pada harus kehilanganmu.

Setia itu tak perlu kata ‘jangan takut’ untuk terus percaya. Tak juga perlu kata ‘jangan hilang’ untuk terus bertahan.

Tertawakan saja cinta punyaku. Hingga bila suatu ketika takdir membuatmu menginginkannya; akan jadi giliranku untuk tertawa.

Tuhan itu Maha Baik, Maha Penolong, Maha Tahu apa saja yang kamu butuhkan. Berserahlah saja, berserah yang tanpa keraguan.

Saya terlalu sering menganggap seseorang lebih dari harga yang pantas dia dapatkan. Seperti hobi menanam kecewa untuk diri sendiri.

Jangan suka menebak-nebak isi hati saya. Apa yang kamu pikirkan hingga merasa berhak melakukannya?

Karena Tuhan suka memberi secara sembunyi-sembunyi. Dan karena pertolongan-Nya selalu penuh rahasia.

Saya tak kemana-mana. Saya duduk manis di hatimu. Kamu saja yang kerap singgah ke tempat lain, lalu lupa kalau saya duduk di sini.

Sungguh saya tak pernah ingin hidup bergelimang harta tapi miskin iman. Atau cukup dunia, tapi jadi yang paling merugi saat mati.

Membuang nafas tidak akan otomatis membuang masalahmu. Mereka hanya akan membuatmu terlihat tak bersyukur pada hidupmu detik itu.

Ada hal-hal buruk yang tak kau inginkan tapi harus terjadi. Ada hal-hal baik yang bahkan tak terpikirkan tapi terjadi begitu saja.

Di setiap hari yang tidak sederhana. Saya tahu Tuhan yang telah memilih saya untuk melaluinya, karena saya memang mampu.

Kamu itu, seperti bintang jatuh yang selalu siap menangkap permohonan saya pada langit.

Ada pertemuan yang justru membuatmu semakin rindu.

Beberapa orang berpikir kamu cukup kuat untuk menerima apa-apa yang mereka lemparkan padamu. Maafkan-lah saja mereka.

Karena kecewa itu dimulai dengan berharap pada selain Allah.

Percayalah, tidak ada cinta yang baik yang justru membawamu melangkah ke arah yang salah. Atau membuatmu menentang kebenaran.

Kaya adalah hati yang merasa cukup. Kaya adalah iman yang selalu terjaga.

Bersyukur karena bisa bersemayam di hati yang tulus menyayangimu bukan karena kamu siapa, tapi karena mereka adalah sebenarnya mereka.

Kamu tahu saya tak pernah ingin apa-apa yang akan memberatkan hidupmu. Saya ingin ‘kita’ agar segalanya jadi lebih sederhana.

Karena di mataku, kamu seperti biru langit itu. Tak pernah menjemukan. Selalu berhasil menenangkan.

Bila saya tak bercerita, bukan berarti saya tak ingin kamu dengarkan. Saya ingin lebih dari sekedar didengar. Saya ingin kamu mengerti.

Dan lebih dari dimengerti. Saya ingin kita saling memahami. Memahami amarah, memahami kesulitan, pun memahami ketidak-bahagiaan.

Karena bersama-sama itu bukan sekedar untuk berbahagia. Kita bersama pun untuk bertahan dalam kesulitan.

Banyak hati yang mau menemani senyum-senyum itu. Tapi berapa yang tersisa untuk mau memeluk hal-hal buruk?

Kamu selalu sulit melihat hal baik dari kejadian yang buruk. Kamu lupa pada syukur karena masih diberi hidup.

Pantaskan-lah dirimu, maka Tuhan pun akan memantaskan pasanganmu kelak. Saya meyakini yang demikian.

Kamu diberi kesempatan dan segala kemungkinan oleh semesta untuk menyapanya, tapi kamu memilih tidak. Entah karena apa.

Pada dia yang tak berani memberimu kepastian, berhentilah memberinya kemungkinan. Kecuali kemungkinan untuk dilupakan.

Waktu selalu mampu membuat jarak, walau tidak selalu mampu membuat perbedaan.

Akan ada pagi di mana aku bersyukur bisa menatap wajahmu yang masih terlelap dan merasa diberkahi ketika ke dua matamu terbuka untukku.

Bila kamu telah berusaha memberi yang terbaik lalu dia (masih) mempertanyakan ketulusanmu, tinggalkan saja dia di belakang.

Mungkin kamu tak akan pernah mengerti seluas apa sayang yang kumiliki. Tapi yakinlah, semesta pun mampu kudekap dalam peluk ini.

Disayangi dan dikasihani itu beda tipis. I hate being dikasihani. You know, Im feeling blessed enough.

Aku tidak pernah meminta lebih dari mendengar kabar bahwa kamu baik-baik saja. Perutmu kenyang dan tidak kehujanan hari ini.

Banyak pria terlalu fokus pada masalah besar. Hingga lupa kalau justru perempuan kerap sedih karena alasan yang sederhana.

Bahkan sedih terkadang tak perlu alasan konkrit untuk terjadi. Hanya sedang merasa perlu menangis untuk membuang hal buruk.

Setiap kali ada hal buruk saya selalu bilang; semua akan baik-baik saja. Dan saya masih baik-baik saja.

Rasa sayang itu pemaaf. Selalu akan begitu hingga kamu mungkin berhenti menyayanginya.

Ps: November adalah bulan yang begitu baik sekaligus begitu buruk. Terima kasih, terima kasih, terima kasih Tuhan karena masih memberi saya nafas sampai di January tahun ini. 

No comments:

Post a Comment

Thanks for reading my post! :)