Wednesday, November 14, 2012

"Ada hal-hal buruk yang tak kau inginkan tapi harus terjadi. Ada hal-hal baik yang bahkan tak terpikirkan olehmu tapi mampu datang begitu saja." -- fa 

Kita tak tahu kemana hidup akan menuju. Tapi yang jelas, mereka tak akan pernah berhenti memproduksi persoalan. Kita bisa memilih untuk mengeluh, lalu membuat yang buruk jadi semakin buruk. Atau kita bisa memilih untuk memikirkan jalan keluar, lalu menatapnya sebagai ke-baik-baik saja-an. Sebagai proses yang memang sudah selayaknya kita nikmati, karena waktu adalah hal yang tidak akan pernah dapat terulang lagi. Memang, siapa yang mampu mengulang hidupmu? Siapa yang juga mampu melawan kehendak-Nya?

Belakangan, banyak hal yang tidak saya bayangkan datang silih berganti ke dalam hidup saya. Tidak semuanya baik, beberapa bahkan terlalu buruk hingga memaksa saya untuk menangis lebih lama dari biasanya. Tapi bersyukur pada yang kuasa, sampai sekarang saya belum juga bosan jadi manusia yang tidak betah dalam kesedihan. Saya cengeng, tapi saya masih memilih untuk menangisi suatu masalah sekali saja lalu mengucapkan selamat tinggal padanya. 

Saya hanya tahu, Tuhan tak akan pernah salah memberi keputusan. Karena Dia yang selalu akan jadi yang pertama berpijak dalam masa depan dan hari esok hidup saya. Apa yang masih belum bisa saya ubah adalah, saya masih jadi anak perempuan yang selalu rindu mamanya. Pergi ke mana pun, berpijak dalam kehidupan siapa pun. Saya tetap merindukannya. Tidak apa, tidak ada ayang salah dengan merindukan dan membawanya selalu dalam ingatan. Tidak apa. Bukan begitu ma? Begitu banyak hal yang ingin saya ceritakan padamu ma. Hati saya ini nyaris meledak menampung semuanya. Anakmu ini masih jadi perempuan yang sulit dimengerti. Masih selalu keras kepala dan merasa mampu memeluk segalanya. Hih banget ya ma. Anak mama ini memang sok sekali. Mari kita lempar saja dia ke laut. *byur*

Tapi bukan Tuhan namanya, kalau hanya memberi yang membuat kita belajar tapi tidak memberi apa yang mampu membuat kita bahagia. Belakangan, saya pun banyak dibahagiakan, bahkan oleh wajah-wajah yang baru saya temui. Itu kenapa, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur dalam hidup ini. Selalu melihat ke atas tentu akan membuatmu lelah, terus melihat ke bawah pun akan membuatmu sulit kemana-mana. Melihat-lah ke depan, dan pastikan langkahmu selalu menuju apa-apa yang Tuhan setujui. Maka kelak, tak akan ada penyesalan ketika kamu kembali melihat ke belakang.

Bahagia itu sederhana, menerima dengan senang hati seberapa pun sulit hal yang tengah harus hadapi. Lalu lupa bagaimana caranya protes pada Tuhan. 

Kala waktu, masalah pun perlu dipeluk. Agar mereka mau menceritakan hikmah di balik kedatangan mereka.

Cheers,



2 comments:

  1. kak fa... entah mengapa sejak baca blog kakak. seperti baca tentang kehidupan ku juga. :D baru-baru ini mama ku juga pergi. sepertinya mama bosan dengan kenakalan ku. hahah, sepertinya mama kita berdua sudah berkenalan disana. mungkin sedang membanggakan anaknya masing-masing. yaaa tuhan tak pernah lupa membahagiakan anak-anakNya. bahkan ditengah air mata entah mengapa aku percaya pasti ada sedikit senyuman. sedikit tapi tetap saja itu disebut senyuman bukan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah selamat menjadi piatu anastasia. Mungkin seperti tidak-lah tepat kalimat selamat di atas. Tapi setidaknya kita masih bisa merayakan apa yang kita miliki saat ini, di detik ini. Dari pada fokus pada apa yang telah hilang atau apa yg begitu kita inginkan tapi gagal kita raih :)

      Bersemangatlah untuk tetap jadi anak yg berbakti, ada mau pun tidak ada orang tua.

      Delete

Thanks for reading my post! :)