Monday, October 29, 2012

Ketika kamu berani bermimpi

"Who judges first, is the last to find true understanding. "
Ketika kamu berani bermimpi, seharusnya kamu sudah siap dijatuhkan.
Ketika kamu berani bermimpi, seharusnya kamu sudah kebal dikecilkan.
Ketika kamu berani bermimpi, seharusnya kamu sudah berjanji pada hatimu untuk berani menerima ketidak-percayaan yang beterbangan bak helai petir di sekelilingmu

Berapa banyak yang bilang punya impian tapi terlalu lemah menerima kritikan. Berapa banyak yang bilang punya impian tapi terlalu rapuh menerima kegagalan. Berapa banyak yang bilang punya mimpi tapi terlalu jumawa dengan dirinya sendiri. Lalu, secuil komentar negatif soal bagaimana hidupmu berjalan saja, sekejap mematahkan prisai keberadaanmu sebagai ‘pemaaf’.

Saya akhir-akhir ini lebih banyak melihat dan memperhatikan sekitar. Lebih banyak membaca dan mencoba memahami hati masing-masing kamu. Lebih banyak memilih diam dan berdoa agar Tuhan memaafkan kita; ya, saya dan kamu. Kalian yang sudah mengecilkan saya, berprasangka pada saya bahkan ketika kita belum pernah diperkenankan Tuhan bertatap mata. Pun yang pernah saya kecilkan dan saya prasangkai, ketika kita bahkan belum pernah diperkenankan Tuhan untuk saling memahami.

Saya menamai ini 'prasangka karbitan'. Iya, namanya memang ngga se-keren nama saya. Saya tidak perlu persetujuan dari kamu untuk menamainya seperti itu bukan? :)

Saya punya mimpi dan kamu tidak perlu mempercayainya.
Saya punya hati dan kamu tidak perlu mencintainya.
Saya punya prinsip dan kamu tidak perlu meyakininya.
Saya punya iman dan Tuhan tak pernah luput memeluk saya.

Tidak perlu berkomentar dan berargumentasi setinggi gunung untuk menunjukkan bahwa mimpi dan prinsipmu lebih tinggi atau lebih benar dari milik yang lain. Selama kamu bahkan tak tahu di mana letak ujung langit ini. Selama itu pula jarak pandang kita akan selalu masih tetap sama di mata Tuhan. Bahkan burung-burung kecil yang beterbangan itu, pandangan mereka jauh lebih tinggi dan luas.

Mimpi saya kecil. Apalah artinya mimpi saya bila dijatuhkan ke tengah samudera.
Mimpi saya kecil. Apalah arti mimpi saya bila dilemparkan ke tengah angkasa.
Apalah arti mimpi saya bila kamu bandingkan dengan mimpi milikmu.

Ah ya, saya tidak tertarik membandingkan apa pun yang saya miliki dengan milik orang lain, bila itu hanya akan menimbulkan dengki, sirik atau penyakit hati lainnya.

Apalah artinya saya, saya hanya titik yang lebih besar sedikit dari hujan yang jatuh di halamanmu. Saya bahkan tidak bisa hidup tanpa bantuan oksigen yang kasat mata itu. Saya pun akan tetap mati jika saatnya mati nanti.

Rasul saya pernah bersabda; sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak, dan akhlak islam itu adalah rasa malu.

Untuk itu..
Saya malu sekali, ketika saya yang sekecil ini mulai merasa paling besar dan paling benar di antara ciptaan-Nya yang lain. Bahkan tanpa saya sadari.

Prinsip apa pun yang tengah coba kamu pertahankan, cinta apa pun yang tengah coba kamu pertahankan. Mereka akan hilang. Dan yang akan kau hadapi pada akhirnya hanya pertanyan; jadi, amal baik apa saja yang telah kamu lakukan di sepanjang hidupmu?

Dan semua argumentasi yang pernah kamu perselisihkan dengan kesombongan dan percik benci itu hanya akan menjadi debu.

Kamu tidak perlu menilai mimpi saya besar, untuk membuat saya jadi besar. Kamu tidak perlu memuji saya baik, untuk membuat saya jadi pribadi yang baik. Keduanya hanya akan menjatuhkan diri saya sendiri, ketika saya tidak punya iman dan rasa malu yang cukup untuk menerimanya. Percayalah.

Dan tidak ada yang paling benar kecuali kebenaran yang datang dari Penciptamu. Seberapa pun kamu merasa telah menjadi yang paling baik dan benar.

Saya ingin mengutip kalimat favorite saya dari @hurufkecil
“Dia menertawaimu. Kamu mengabaikannya. Dia mencari-cari kesalahanmu. Kamu mengabaikannya. Dia setress. Kamu menang.”
Karena tanpa kamu sadari, musuh ter-besarmu justru ada di dalam dirimu sendiri. Di hati yang menyimpan keburukan, di sana kebencian selalu hidup mewah.
Dan, melihat apa yang buruk dari diri orang lain adalah pekerjaan mudah :)

Cheers.

Ps: Sebuah tulisan dari yang bukan siapa-siapa.
Untuk mereka yang merasa paling hebat. 

8 comments:

  1. hmmmm..
    iya iyaa..
    *ngangguk-ngangguk*

    ReplyDelete
  2. ketika kamu punya mimpi saat itulah kamu harusnya kuat dengan kicauan2 para manusia yang tak berperasaan :)
    nice post..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaa agak kebawa perasaan sih ini pas nulisnya :-P

      Delete

Thanks for reading my post! :)