Thursday, September 13, 2012

fa's quotes August 2012



Aku mencintaimu seperti ini, seperti ranting yang memeluk kuat daun saat diombang-ambing gerombolan angin.

Saat kamu ingin aku kembali, aku sudah kehilangan remah-remah roti yang jadi penunjuk jalan pulangku dan aku tak mau lagi tersesat.

Aku akan terus di sini. Memperhatikan langkah-langkahmu. Hingga kelak di suatu ketika kau merebut gengamanku, agar kita melangkah bersama.

Karena kamu tahu, terkadang mencintai bukan hanya soal rasa ingin memiliki. Tapi lebih pada hasrat ingin membahagiakan.

Mencintaimu itu, seperti meniup gelembung sabun ke udara lalu kujaga agar tak pecah. Dan saat pecah pun, kau membuatku tersenyum.

Kamu iri padanya. Kamu tak bersyukur pada apa yang ada padamu. Mengecilkan diri sendiri adalah kegiatan bodoh.

Saya tidak hidup dua kali. Saya tidak mau lebih pandai menghitung kesedihan, lalu lalai menjumlah kebahagiaan yang memeluk saya.

Karena kita berbeda, itu kenapa aku suka kamu. Aku menemukan, apa yang tidak kutemukan dalam diriku sendiri dan ini menyenangkan.

Bukan tentang seberapa banyak kelebihan yang bisa kutemukan padamu, tapi ini soal seberapa banyak kelemahanku yang bisa kau lengkapi.

Sampai kapan mau menggapai hati yang bahkan tak berniat mencintaimu kembali? Hey, hati yang pertama harus kamu sayangi adalah hatimu.

Karena terkadang, ada gilirannya kita dirindukan dan ada bagiannya kita dilupakan. Ini biasa disebut hidup.

Saya punya prinsip; melakukan yang terbaik untuk dia yang saya sayang. Betapa pun dia lupa, dia tidak akan luput menyayangi saya.

Tuhan ngga akan pernah ambil mereka yang pantas ada di sisimu. Kalau mereka pergi, itu karena mereka pantas pergi.

Karena, cuma Tuhan yang ngga mungkin lupa sama kamu. Betapa pun kamu abai pada-Nya. Jangan bersandar pada yang selain Dia.

Buat saya cantik dan tampan-nya seseorang itu sejalan lurus dengan akhlaknya. Fisik bisa menipu, tapi akhlak tidak.

Kalau kamu pikir aku bersikap ‘manis’ ke semua pria, sepertinya kamu perlu nambahin gula ke pikiran kamu yang pahit itu sayang.

Kamu ngga perlu buang energi membela diri di depan manusia yang berprasangka buruk padamu, selama kamu tahu kamu benar di mata-Nya.

Sekecil apa pun kebahagiaan, mereka butuh perjalanan panjang untuk sampai padamu. Hargai, agar kelak mereka ingin datang kembali.

Aku mengingatmu setiap kali terbangun. Aku ingin kamu jadi setiap awal baik, untuk segala hal yang telah berhasil kulewati.

Ketika kamu merasa menjadi manusia dengan iman yang lebih baik di sisinya. Jaga ia sebagai milikmu. Baik-baik.

Kenapa beberapa manusia begitu mudah berbohong. Apa dia lupa, Tuhan tak pernah dapat dibohonginya.

Kepercayaan adalah hal yang terkadang tak bisa datang dua kali. Dan tidak pula dijajakan di pasar.

Aku harap, seseorang yang lebih baik yang tengah coba kau temukan. Memiliki kesetiaan yang lebih besar dari yang kupunya untukmu.

Ada peri biru yang beterbangan di perutku. Ada kamu yang terbang hinggap di anganku.

Karena cinta tak pernah bertanya; ‘Apa aku boleh masuk ke hatimu sekarang?’.

Dan karena rindu tak pernah mau repot bilang; ‘Maaf, aku buat hatimu nyaris meledak’.

Betapa pun tak ada yang peduli dengan kebaikan hatimu; sebagai wanita kamu tetap cantik karena hatimu. Bukan yang lain.

Kamu tahu sayang, tak ada ketulusan yang mengantarmu pada kesia-siaan. Bila ada yang tampak tak baik, itu hanya belum saatnya.

Aku tak pernah ingin menyayangimu melebihi aku menyayangi Tuhan. Tapi konyolnya aku tetap merengek pada Tuhan untuk kebaikanmu.

Bila ada yang berpikir buruk tentang hal baik yang kau lakukan untuk seseorang. Biar dia jadi buruk bersama isi pikirannya.

Se-buruk-buruknya saya, saya tidak pernah ingin mereka yang saya sayang tampak buruk di mata orang lain. Tidak pernah.

Pada akhirnya, cinta adalah tentang rasa percaya. Bahwa seseorang akan terus membahagiakanmu, tanpa kamu perlu merengek padanya.

Bahagianya cinta adalah saat cemas menunggu ‘iya’ atau ‘tidak’. Pun saat hatimu meletup-letup karena rindu dan mencemburu.

Bahkan sandainya aku bisa tiba-tiba amnesia. Aku belum tentu memilih melupakan kita.

Beberapa hal datang. Beberapa hal pergi. Sedikit hal singgah sejenak, namun sanggup melekat selamanya.

Karena setiap kali hal baik terjadi padaku, ingatanku mengingatmu dengan baik.

Ps:
Dan maaf yaaa, kalau telat banget postingnya. Sampai harus ditegur-tegur kamu di twitter :) 

4 comments:

  1. siapa yang menegur? apakah @yusufpratama

    ReplyDelete
  2. baru baca post yang ini, dan entah knp abis baca dengan refleksnya aq menghela nafas dan memejamkan mata seolah apa yg ditulis kak fa adalah bagian dari cerita hdupku sndri..good works kak nyentuh bgt :)

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)