Tuesday, July 03, 2012

Pasir, Aku dan Kehilangan(mu)



Hatiku butir pasir yang masuk ke dalam perahu kayu
Jejak kaki(mu) yang mengantarku naik ke dalamnya dulu
Aku dipisah dari laut
Aku kehilangan hangatnya mentari

Perahu ini bocor, tidak lebih besar dari lubang jaring nelayan
Lubang yang hanya sanggup membuatnya kehilangan keseimbangan
Miring ke kiri diterpa arak-arak anak ombak
Lubang yang tak jua mempersilahkannya tenggelam
Tak pula memberinya pilihan untuk menghilang

Hanya terus ada, hingga aku pun kelak tak ada

Hatiku butir pasir yang tersudut tertutup remukan dayung kayu
Sayangku berhenti tepat di patahan garis-garis matamu yang tersenyum padaku dulu
Aku dipisah dari takdir
Aku kehilangan remah asin yang menghidupi

Gerombolan pijakan langkah-langkah kecil bersemangat
Warna-warni ikan yang memecah bening air
Senyum merekah yang bersinar diterpa sang surya
Juga genggaman eratmu saat gelombang membawaku kembali ke tepi

Aku kehilangan cerita-cerita itu
Aku kehilangan diriku

Aku rindu dipeluk bintang laut di permukaanku
Aku rindu ditatap bintang langit di sela awan kelabu
Aku rindu kapan angin itu kembali menerpaku
Membawa bau tubuhmu yang lembab berdebu

Aku kehilangan cerita-cerita itu
Aku kehilangan(mu)


Samigaluh, Juli 2012

#np Peluk – Dewi Lestari ft Aqi Alexa (sebuah lagu hangat yang begitu kusuka. Puisi ini pun lahir hanya dari mendengarkannya.)

Aku, mencintaimu Ma. Sangat mencintaimu.

6 comments:

  1. Replies
    1. Trims Barsa, sudah lama sekali memang saya tidak menulis puisi :)

      Delete
  2. meski entah puisi ini ditujukan untuk siapa? kata-katanya apik fa, sukaaaa *matalopelope*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.. buat mamaku ituuu..
      Pas nulis emang ngga lagi mikirin siapa pun. Hanya tetiba rindu pasir putih :D

      Delete
  3. Replies
    1. Hahahhaa.. awas, jatuh cinta sama aku :P

      Delete

Thanks for reading my post! :)