Saturday, July 07, 2012

Tulisan saya mengandung bir


Interview sederhana saya bersama kak Theoresia Rumthe,

 “I am not what happened to me, I am what I choose to become.” – Carl Jung

-Ketika mendengar kata ‘menulis’, kata apa yang muncul di kepala kakak sebagai pasangannya?
Jawab: Wild – Liar

-Kakak adalah orang pertama yang terlintas dikepala saya ketika saya berpikir tentang menulis. Kenapa? Karena dulu sekali, saya mulai menulis blog ketika saya suka membaca tulisan kak Theo di blog perempuansore. Dan kak Theo pun orang pertama yang memuji kalau blog saya bagus dan itu meningkatkan kepercayaan diri saya. Apa kakak punya blog favorite yang sering kak Theo kunjungi, atau blog yang menginspirasi kakak untuk akhirnya menulis blog sendiri?
Jawab: Ah, terimakasih. Awal-awal aku baca blognya siapa yaaa.. Lupa. Tapi yang pasti awal ngeblog itu tahun 2008. Itu awalnya isi tulisan saya kebanyakan puisi. Nah itu awal-awal banget saya suka baca blognya Seno Gumira, dan suka banget cerpennya. Nah blog kedua yang menginspirasi saya itu blog Joko Pinurbo (jokopinurbo.blogspot.com) saya suka banget puis-puisinya.. terus.. *mikir hm, banyak buka blog fashion sih. Hahahaha.

-Seiring tumbuhnya blog kakak, seberapa blog kakak ini, membantu kakak dalam proses pembelajaran menulis selama ini? Apakah seseorang yang suka menulis, sebaiknya memiliki blog sebagai media latihan juga dinilai orang lain?
Jawab: awalnya bagi aku nulis ya nulis aja. Aku ngga punya tendensi apa-apa. Yang bikin kita terlatih itu bukan blog tapi niat dari dalam diri kita sendiri buat belajar menulis. Nah, aku paling ngga peduli dengan penilaian orang lain :p karena aku tetap pegang prinsip “nulis ya nulis aja. Kalau ada yang suka itu bonus.” J

-Setiap penulis punya gaya menulis masing-masing yang menjadi ciri penulis satu dengan penulis lainnya. Seperti apakah kakak menamai gaya menulis kakak sendiri?
Jawab: hahaha. Hm, apa ya *sulit nih pertanyaannya* menamai gaya menulis sendiri? Rasanya aku lebih suka orang yang ngelakuinnya. Tapi kalo boleh pake analogi: aku suka bilang tulisanku mengandung bir. Bisa bikin mabuk.

-Dari tulisan kakak di blog, saya tahu bahwa kakak begitu terinspirasi dengan sosok ayah kak Theo. Dari ayah-lah kak Theo mulai mencintai menulis. Kalau kakak hanya diberi 6 kata untuk menggambarkan sosok ayah. Akan jadi kalimat seperti apa itu?
Jawab: Hm, Kok aku bingung :D hahaha sebentar. “My Dad is my kiblat, always!”

-Apa kesukaan kakak pada dunia tulis menulis begitu mempengaruhi diri kak Theo yang dewasa? Seberapa menulis mampu mempengaruhi pembentukan diri kakak?
Jawab: hahaha sangat, tulisan ngikutin kita lagi. Dia juga bertumbuh. Jadi tulisan aku sekarang juga bertumbuh. Hahaha, mungkin kalau kamu baca tulisan aku 3 tahun lalu, masih alay banget :p

-“Menulislah dan jangan bunuh diri” saya terkesima saat membaca kalimat ini di blog kakak. Karena seketika saya sadar betapa menulis selama ini membantu saya bertahan di saat sulit hidup saya. Tapi ketika kakak menuliskannya dulu, apa makna yang sebenarnya ingin kakak sampaikan dari kalimat tersebut?
Jawab: Encourage. Aku mau dorong setiap orang untuk memilih hidup. Berani. Dengan menulis
Fa: Berarti maksud kakak dengan menulis kita bisa mendapatkan ‘keberanian’ memutuskan pilihan hidup atau keberanian untuk menjalani hidup kita?
Theo: Ah, kamu pintar sekali J yap. Setuju.

-Siapa penulis yang bisa membuat kakak membaca bukunya lebih dari sekali, dan mengapa buku itu menjadi teramat istimewa bagi kak Theo?
Jawab: Marianne Katoppo (Raumanen) aku baca bukunya beberapa kali, aku suka isu yang diangkat di tulisannya. Dan cara dia menuliskannya. Ayu Utami, juga.

-Kapan tepatnya kakak merasa bahwa menulis adalah salah satu dari passion hidup, dan selama kakak menjalaninya, kesulitan apa yang sering kakak temui ketika kakak berada dalam proses membuat sebuah tulisan. Cerpen misalnya?
Jawab: empat-lima tahun terakhir. Aku akhirnya nemu destini aku: menulis. Awalnya aku penyiar radio, moderator, MC, bahkan nyanyi. Semua yang ada hubungannya dengan panggung dan microphone.. tapi aku merasa ada yang kosong. Ada kebutuhan yang harusnya aku lakukan “sepi” ngga ada orang di sana dan itu adalah menulis.
Tantangan terbesarku adalah: banyak orang yang ngga percaya kalau aku bisa, termasuk orangtuaku sendiri. Mereka kuatir dengan profesi yang aku pilih. Sempat ada berantem2 kecil. Ngambek. Dan ngga ngomong-ngomongan.
Yah namanya juga orang tua ya. tapi akhirnya aku bisa buktiin bahwa aku punya jalan sendiri. Ini jalanku dan aku bisa bertanggung jawab dengan pilihanku.
Hm, ketika buat cerpen:
Tantangannya kadang aku belum bisa bagi waktu cukup baik. terlalu sibuk sama printilan lain. Hihihi.

-Ada ngga saran kakak untuk mereka yang sangat tertarik untuk menjadi penulis, agar tidak hanya berhenti pada niat untuk ‘menulis sesuatu’ tetapi bertanggung jawab menyelesaikan tulisan kami?
Jawab: tanya hati. Apa bener nulis yang pengen kamu lakuin. Kalo iya, hati yang bakal ‘direct’ kamu untuk nyampe ke kata selesai tadi J
Fa: #jleb

-Dulu saat saya kecil, saya menulis karena saya kesepian. Huruf adalah teman, mereka saya yang bentuk, saya yang memberi ruh. Mereka membicarakan apa yang saya arahkan pada mereka. Apa kakak sependapat bahwa setiap tulisan itu memiliki ruh, yang ditiupkan oleh penulisnya? Atau kakak punya pendapat lain?
Jawab: Yap tulisan kita adalah ruh kita. Kita yang niup ruh itu J aku setuju.

-Apa kakak sudah punya proyek untuk menulis buku kakak sendiri dalam waktu dekat?
Jawab: Ada, tapi tidak dalam waktu dekat. Karena ternyata menulis buku itu membutuhkan ‘konsistensi’.
Fa: Iyaaa.. setuju banget. Konsistensi saya sendiri bercecer kemana-mana. *garuk-garuk tanah

-Buku seperti apa yang ingin kakak terbitkan? Novel kah?
Jawab: Ya, novel.

-Saya selalu suka pertanyaan ini, pertanyaan yang sering saya temukan ketika saya menjalani interview pekerjaan. Seperti apakah kak Theo membayangkan diri dan hidup kak Theo 10 tahun lagi? Jika boleh berandai.
Jawab: Memiliki dua anak. Tinggal di rumah yang memiliki balkon, anak saya akan dengan bebasnya mencoret-coret dinding. Dan saya akan tetap menulis. Saya selalu memimpikan memiliki sebuah ruang kerja yang memiliki balkon. Saya juga ingin bisa memasak dan membuat kue.

-Setiap orang punya tempat yang ingin mereka kunjungi. Tempat impian yang ingin kakak kunjungi?
Jawab: Yunani, aku selalu suka rumah-rumah di atas bukit.
Fa: Ah, sama. Aku selalu ingin melihat Yunani dan Alaska secara langsung kak :D

-Kalau hidup kakak memiliki sebuah soundtrack, lagu apa yang kakak pilih sebagai soundtrack hidup kakak?
Jawab: hmm.. pertanyaanya sulit nih. Hihihi ah, kamu inih ya..
Fa: hihihiihi..
Jawab: Soundtrack hidupku: “Burung pipit yang baik kecil, dikasihi Tuhan, terlebih diriku, dikasihi Tuhan” Ini lagu kidung jemaat (lagu sekolah minggu) juga. Aku pikir ini cukup mewakili, saking banyaknya lagu dikepalaku. Hihihi lagu masa kanak-kanak begitu kuat.

-Banyak yang bilang bahwa syarat untuk jadi penulis adalah tidak pernah berhenti membaca. Apa kakak setuju dengan ini? Menurut kakak, simbiosis seperti apa yang terjadi antara keduanya.
Jawab: Terakhir kali mengisi workshop di sebuah Universitas, aku bilang sama mereka kalau “Membaca adalah harga mati untuk menjadi seorang penulis.”

-Beberapa orang yang saya kenal, meninggalkan passion mereka karena takut akan kehilangan hal-hal yang menjadi prioritas dalam hidup mereka. Beberapa karena memiliki passion yang dinilai oleh kebanyakan orang, tidak menjanjikan masa depan yang baik. Apa selama kakak menjalani passion kakak ini, kakak pernah kehilangan hal penting dalam hidup kakak?
Jawab: Ngga sepertinya, seperti inilah hidup yang aku inginkan sejak dulu. Aku justru merasa sedang mengalami banyak hal baik di tahun ini. Sebenarnya ketika kita ngerjain apa yang jadi passion kita. kita ngga akan kehilangan apa-apa :D

-Saya suka sekali pertanyaan terakhir yang saya ajukan ke kak Theo. Dan saya suka sekali jawaban yang kak Theo berikan. Remember this friends;

“Ketika kita ngerjain apa yang jadi passion kita. Kita ngga akan kehilangan apa-apa.” -@perempuansore
Thank you so much Kak Theo!

***

Sekilas tentang Kak Theo:


Menggeluti panggung dan microphone sebagai: penyiar radio, mc, moderator, sesekali menyanyi. Ia juga mengajar public speaking di kelas mungilnya. Memilih tinggal di kos dengan teras belakang yang luas supaya bisa menulis. Ia menulis puisi. Dan menulis cerita pendek. Terkadang ceritanya pendek sekali seperti rok mini. Salah satu yang saya kagumi dari sosoknya adalah betapa dia memiliki kepercayaan diri yang begitu mengagumkan. Mencintai dirinya dengan ‘pantas’. Perempuan mana yang bisa melakukannya, adalah hanya yang hebat dari segelintir yang ada. Dan saya belajar banyak dari sosoknya, dima-diam :) Kamu bisa menemukan tulisan manisnya di sini / @perempuansore.

Ps: Saja janji, akan ada interview lain yang bakal saya lakukan dengan sosok lain yang menginspirasi saya. Siapa tahu, mereka juga bisa menginspirasi kamu. Hmm.. semoga ada kesempatan dan waktu. Kita bisa banyak belajar, dan tidak perlu selalu dari orang “terkenal” ;)

3 comments:

  1. bersyukur banget baca ini.. tulisan ini seperti membuka tabir yg selama ini menutupi jalan saya menuju hal yg paling saya inginkan di dunia ini.. #lebaydeh


    yg kenal sosok @perempuansore ini trus gak terinspirasi sama semangat beliau pasti bohong.. atau lagi setengah sadar hidupnya, hehe..


    terima kasih Fa.. aku ambil ini sbg kado di hari jadiku hari ini :)

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)