Monday, July 09, 2012

Bahagia dengan caramu


Bahagia itu, ketika kamu bisa cukup tertawa,
dan tahu kapan harus berhenti menangisi hal yang sama.—fa

Ini minggu yang paling berat sepanjang tahun ini. Rumah pun mendadak ramai bukan karena kabar baik. Dan saya sedang tak berminat menulis apa pun yang buruk. Saya berjanji pada diri saya, seberapa pun buruk, tidak boleh bersedih. Kamu tahu situasi sedang tidak baik, maka jangan bertingkah tidak baik Fa. Begitulah yang saya katakan pada diri saya sendiri. Seberapa pun banyak yang menangis disekelilingmu, kamu tidak perlu ikut menangis. Kamu sudah tahu, situasi ini sangat membuatmu sedih, jadi jangan bertingkah mengenaskan.

“Kamu tahu tabah Fa? Itu lah yang Allah inginkan dari dirimu saat ini. Maka lakukan-lah.” Tiba-tiba saya mengatakannya sesaat sebelum saya tidur di suatu malam.

Dan minggu ini pun berlalu akhirnya. Dengan baik. Terima kasih, terima kasih, terima kasih Allah.
***

Kalau kamu memantau saya di twitter, saya termasuk sedang rajin nge-twit dibandingkan hari-hari biasanya. Kalau kamu memantau saya di blog, blog saya pun sedang lumayan ramai -__- walau pun postingnya juga dipostingin sama temen. Saya memang baik-baik saja. Saya tidak sedang berusaha tampak baik-baik saja, saya tidak suka menipu diri sendiri. Saya memang sedang cukup keren untuk kuat berdiri di ke empat kaki saya sendiri.

Kenapa empat kaki?

Kemarin saya nonton film eat, pray, love. Not really kind of a good movie, bagus sih filmnya, tapi.. entah seperti kurang apa. Yang pasti saya tetap mencoba teliti mengambil nilai dari film yang saya tonton. Ada adegan ketika Ketut bilang pada Liz;

Berdirilah di dunia ini seakan kamu punya empat kaki sehingga kamu selalu mampu bertahan di setiap keadaan dan lihatlah dunia ini dengan mata hatimu, bukan mata di kepalamu sehingga kamu akan selalu meyakini keberadaan Tuhan. 

And yap, Ketut was right. Saya mengamini kalimatnya barusan.

Kedewasaan. Saya mendapatkan ke-dewasaan di minggu ini. Saya tahu mana masalah yang saya harus pikirkan, dan mana yang harus saya kesampingkan. Mana yang menjadi prioritas dan mana yang hanya sebatas berhenti tepat di saat pertama kali saya melihatnya sebagai masalah. Apalagi kalau hanya urusan soal hati dan semacamnya. Hell yeah, kalau kamu datang hanya untuk mengusik keteguhan saya, lebih baik saya yang pergi dari sisimu. Semudah itu. Karena masih banyak hal yang harus saya pikirkan.

Tepatnya, saya sedang menikmati setiap momen. Ketika banyak keponakan yang berkumpul, saya pun menghabiskan sebanyak mungkin waktu dengan mereka. Apa lagi keponakan saya yang masih di bawah usia 10 tahun, mereka yang tidak mengerti apa-apa kecuali tentang ‘hidup ini bermain’. Saya belajar menjadi seperti mereka, mencoba memahami hidup dari sisi yang lebih baik. Tersenyum selagi bisa, menangisi hal menyedihkan hanya sekali saja. Walau kami berkumpul bukan karena alasan yang baik, tapi saya berusaha melihat semuanya dari sisi yang paling baik. Tersenyum, tersenyum dan tersenyum. Karena saya sudah menangisi hal ini dan saya tidak perlu lagi menangisinya J

Kemarin saya menulis sebuah twit; bahagia itu, ketika kamu bisa cukup tertawa, dan tahu kapan harus berhenti menangisi hal yang sama.

Dan, itulah yang saya pelajari di hidup saya 1 minggu kemarin.

Saya ingin berterima kasih pada diri saya sendiri. Terima kasih, terima kasih, terima kasih Fa. Karena kamu sudah menjadi perempuan yang lebih dewasa hari ini. Terima kasih karena masih setia menjadi perempuan yang tidak pandai marah dan membenci. Terima kasih karena kamu telah berhasil meng-ikhlaskan begitu banyak hal dalam hidupmu. Terima kasih, karena dengan semua hal tidak sederhana yang terjadi, kamu masih setia mencintai Allah SWT. Terima kasih karena kamu terlampau keren untuk disakiti oleh mereka yang bahkan tidak pantas dipikirkan. Terima kasih karena kamu telah berani berkata tidak untuk hal-hal yang tak membahagiakanmu. Terima kasih, karena sudah begitu berani BAHAGIA DENGAN CARAMU.

Setelah membaca tulisan ini, saya ingin kamu melakukan hal yang sama. Berterimakasihlah pada dirimu sendiri sesekali. Berterimakasihlah dan berikan nilai lebih pada dirimu sendiri. Karena kamu pantas menerimanya sayang :)


xo,

fa


Samigaluh, 8 Juli 2012

27 comments:

  1. Cayyyyoooo Kak Fa.. .. . :D
    ~Mey

    ReplyDelete
  2. terima kasih fa, :)
    kamu hebat
    dan terima kasih fa,
    kamu membuat saya melakukan hal yang paling saya suka
    tersenyum sore sore, lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. senang sekali bisa bikin kamu senyum :)

      Delete
  3. Fa hebat..


    Saya juga tengah mempelajari hal yg sama, bahagia dengan caraku sendiri. Entah kenapa minggu ini juga minggu yg lumayan berat bagi saya. 2 minggu belakangan ini, tepatnya. Makanya saya terinspirasi sekali dgn judul blog kamu kemarin..

    "HAKUNA MATATA" ~ no worries
    (tapi udah diganti ya, hehe)


    Sekarang tiap kali ada masalah yg menghantam saya selalu bilang "hakuna matata". Gak perlu dipikirin. Tapi pas baca tulisanmu ini saya juga mau coba cara itu, yaitu memilah-memilih mana masalah yg mesti dipikirkan dan mana yg mesti dikesampingkan.


    Maaf jadi curhat nih.. Hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngga berubah kok. it's still hakuna matata my fav :)

      Delete
  4. ini aku banget nih~
    bahagia dgn caramu..
    btw more foto pliiis ka Faaa
    #SalahFokus
    #FansKaFaGarisKeras
    (*.*)9

    ReplyDelete
    Replies
    1. #fansgariskeras, kata-kata kamu mengingatkan saya pada seorang teman dekat yang mengatakan hal yang sama :p

      Delete
  5. Kamu hebat banget Fa...!! :)
    Saya iri dengan kamu Fa...
    (⌣́_⌣̀)

    ReplyDelete
    Replies
    1. -_- apa yang bisa di-iri-in dari saya cobaaa.. hahaha..
      jangan iri ya, sayangin saya aja :p

      Delete
  6. ah, saya selalu lupa kalo saya sudah bekerja keras dan saya tidak pernah berterima kasih kepada diri saya sendiri :')

    O'iya, kenapa kata 'Hakuna Matata'nya diganti kak fa?? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, berarti mulai sekarang harus selalu ingat! :D

      Delete
  7. saya paling suka postingan ini, meski harus tetep protes karena photo Khalid gak dimasukin hihihi ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha pelis ayaaa, khalid baru 9 tahun ya umurnya ya..

      Delete
    2. kan dia juga bakal jadi pemuda dewasa, hihihi

      Delete
  8. Replies
    1. enggaaaa.. hahaha.. lagi ngga terima sesi curhat :p

      Delete
    2. please fa,..
      ini menyangkut keluargaku_

      Delete
  9. I do love this fa :)

    ReplyDelete
  10. bagus kak fa ;) ngena dan wah banget pake s (bangets)

    ReplyDelete
  11. Aku ikut berduka ya Fa, beliau pasti masuk surga karena beliau punya anak sholehah kaya kamu :) Jangan lepas doanya ya Fa :)

    ReplyDelete
  12. hmm Far, baru tau blog ini...bedakah dgn mangkokata-mu?? Asih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama asih sayang, domainnya aja yg berubah :)

      Delete

Thanks for reading my post! :)