Tuesday, July 24, 2012

Aku Mau Dia



"Genggam aku, bukan hanya karena aku hendak jatuh. Tapi karena keselamatanku, adalah hal yang pertama ingin kamu pastikan." - Fa

Aku mau dia yang bicara lembut padaku karena aku memang sesuatu yang lembut di hatinya.
Aku mau dia yang menuntunku menyebrang jalan bukan karena aku tak mampu melihat sekelilingku, tapi karena keselamatanku adalah hal yang pertama ingin ia pastikan.
Aku mau dia yang tersenyum saat hal buruk menghampiriku, bukan karena ia tak paham kesedihanku, tapi karena ia ingin jadi yang pertama mengingatkan bahwa kebahagiaan adalah hal yang pantas aku dapatkan.
Aku ingin dia yang memberiku kepercayaan untuk berteman dengan siapa saja bukan karena dia tak peduli, tapi karena ia yakin bahwa aku bertanggung jawab atas hidupku sendiri.
Aku mau dia yang berdiri di sampingku, bukan karena ia takut berjalan lebih dulu, tapi karena ia ingin kami saling mengiringi, bukan mengikuti.
Aku mau dia yang bersandar padaku sesekali agar aku tahu, aku adalah salah satu kekuatan yang tidak mengintimidasi kelemahannya sebagai pria.
Aku mau dia yang berjanji bukan semata agar aku percaya, tapi agar Tuhan pun tahu ia tengah bersungguh-sungguh padaku.
Aku mau dia yang beriman bukan hanya karena ia ingin menjadi imamku suatu hari nanti, tapi karena Tuhan adalah hal yang selalu ada di hatinya.
Aku mau dia yang tak pergi jauh saat aku jatuh, bukan karena dia tak yakin aku cukup berani untuk berdiri kembali, tapi karena ia sosok yang setia mendampingi.
Aku mau dia yang sederhana, hingga segala yang ada pada dirinya tidak menyilaukan kenyamanan hidupku selama ini.
Aku mau dia yang percaya pada mimpinya, bukan karena ia takut terjaga tapi karena ia siap pada setiap kenyataan yang Tuhan berikan di hadapannya.
Aku mau dia yang menghargaiku bukan karena aku bernilai, tapi karena berapa pun harga yang ditawarkan hidup tak pernah cukup untuk menggantikan kehadiranku.
Aku mau dia yang tak takut jatuh miskin, bukan karena ia ingin kami hidup sulit, tapi karena ia tahu saat kematian datang harta akan menjadi hal pertama yang tak berharga.
Aku ingin dia yang mencintaiku setulus dan selurus iman dan taqwanya pada Sang Pencipta.
Tuhan, aku ingin dia.
*menyebut namamu sembari memejam*



11 comments:

  1. baca tulisan ini rasanya kayak lagi makan kembang gula, manis.. lembut.. :)

    ReplyDelete
  2. aku juga mau diaa !!
    *menyebut namanya dalam dalam*

    ReplyDelete
  3. bagus banget ka, entah kapan aku bisa nulis sebagus kk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisaaa rajin nulis terus yuk tiap hari :D

      Delete
  4. ka fa pernah ngebahas tentang suka sama yg beda keyakinan ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah, cari aja yg judulnya keputusan.

      Delete
  5. *Kemudian menyebut namanya sembari memejamkan mata* :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan nyebut 'falafu' kan ya! ahahahahaaa :p

      Delete
  6. Kak Fa aku suka banget sama tulisannya kaka. Ijin diposting di blog aku yah kak? Aku juga rajin nulis. Biasanya inspirasinya dari tulisan kaka tapi beda idenya lagi hehe. gak papa kan kak ? :)

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)