Sunday, June 03, 2012

Fa's Quotes May 2012




Saya merindukanmu dengan cara begini; mengingat-ingat caramu tertawa, lalu seketika ikut bahagia.
Kesabaran saya tidak ada batasnya. Tapi kesadaran pikiran saya, ada. Saya tahu dengan siapa saya akan dibuat bahagia.
Berhenti bukan pilihan, mereka hanya kata yang muncul ketika kamu lelah. Biasakan putuskan sesuatu, setelah lelahmu hilang.
Kuncinya ada di sakumu, tapi kamu mencari-cari bagaimana cara membuka hatiku. Begitu cinta kerap salah sangka.
Aku sedang main cilukba, aku berpura-pura kamu sedang ada di hadapanku. Lalu aku yang terkejut sendiri. Aku sendiri.
Aku emang suka gitu. Suka sama kamu, misalnya.
Aku tak ingin jadi ‘hal’ yang kelak membuat seseorang enggan menengok ke masa lalunya.
Ada beberapa harapanmu yang hilang, hanya agar kamu mengerti; bahwa berharap pun butuh keberanian sayang.
Ketika suatu hari keriput di kulitku menguji matamu. Masihkah mereka setia memandang aku sebagai yang terindah?
Berusaha tidak merindukanmu adalah hobi baru saya. Setiap menit saya latihan.
Kalau kita akhirnya saling lupa. Jangan lantas tak mau membuat ingatan yang baru bersama yang lain.
Menikah itu soal mudah. bertahan mencintaiku yang sulit.
Terkadang aku berpikir begini; merindukanmu itu kesalahan yang paling mudah kuulangi kembali. Lagi dan lagi.
Kamu bebas jadi apa pun yang kamu mau, selama kamu bukan jadi yang bukan kamu.
Terkadang kita terjebak dalam hubungan yang; meninggalkan segan, dicintai pun sudah tidak lagi.
Mereka yang tidak berani berkomitmen adalah mereka yang sedang berencana meninggalkanmu sewaktu-waktu.
Hidup bukan saja soal menemukan, tapi juga melepaskan orang yang tepat. Keduanya soal keberanian untuk bahagia.
Aku sedang tidak ingin apa-apa selain mencintaimu.
Semua orang punya kemampuan untuk menyakiti orang lain, tapi setiap orang pun berhak memilih untuk tidak melakukannya.
Aku tidak percaya karma. Menurutku Tuhan tidak mungkin menciptakan hal seburuk itu. Tuhan hanya Dzat yang paling adil, itu saja.
Kita adalah penasihat terbaik untuk orang lain (mungkin) lebih dari untuk diri kita sendiri. Tapi karena itulah hidup kita ‘bernilai’.
Pandang mereka yang melemahkanmu sebagai mereka yang butuh kau beri sinar. Mungkin hidup mereka hanya kurang penerangan.
Kadang saya tidak bisa menyelamatkanmu dari kehilangan saya. Mungkin Tuhan bisa bantu antar rindumu.
Karena sebera pun kau kejar, bila dia bukan sepasang langkah milikmu. Kalian tak akan pernah bisa saling mengiringi.
Apa yang telah digariskan menjadi milikmu, pasti akan menemukan jalannya untuk kembali. Tidak perlu khawatir ‘milikmu’ tertukar.
Lucu sekali jika mengingat kembali kata-kata manismu dulu, ketika kini mereka jadi terasa pahit.
Tidak semua yang telah mengecewakan kita berhak mendapat kesempatan ke-dua. Ada kekecewaan yang hanya perlu terjadi sekali saja.
Yang kamu pikir tidak peduli padamu, mungkin adalah yang mengingatmu setiap waktu. Dia, hanya tak pandai menyampaikan cemasnya.
Perempuan yang pernah dijanjikan, akan setia menunggu janjinya untuk diselamatkan dan ditepati.
Beberapa gebetan datang untuk memberi harapan yang tidak berniat diselesaikannya.
Kalau keduanya jadi rumah. Lalu siapa yang akan tinggal? Kalau keduanya jadi perjalanan, lalu siapa yang akan pulang?
Siapa yang ada di barisan terdepan ketika kamu membutuhkan bantuan, dialah yang seharusnya pertama kali kamu pastikan kebahagiaannya.
Saya tahu mana yang palsu dan mana yang benar kamu. Saya, terkadang hanya malas menunjukkannya.
Cinta yang benar itu ya ketika kamu ingin bahagia bersamanya. Bukan hanya ingin melihatnya bahagia, walau tanpamu.
Terkadang karena pribadi kita yang terlalu sederhana. Beberapa orang hobi menyederhanakan peran kita dalam hidup mereka.
Saya tuh sering banget dikesampingin kalau sudah ngga dibutuhin. Tapi saya ngga mau itu bikin saya kapok menolong orang.
Jangan karena segelintir orang ‘jahat’, kamu lantas jadi pandai ‘menjahati’.
Saya tidak pandai mengabaikan. Kalau saya jadi suka mengabaikanmu, itu berarti kamu yang ajarin duluan.
Bagaimana kalau kita kembali ke hari pertama kita bertemu, lalu mengucap selamat tinggal sebelum kita sempat saling mengenal. #yourfav*
Jangan pernah takut melihat dia bahagia, sembuh, atau melupakanmu lebih dulu. Kamu, lebih pantas memikirkan kebahagiaan milikmu.
Adakalanya hidup hanya memberimu satu kesempatan untuk mencintai dia yang mencintaimu sepenuh hidupnya. Hanya satu kali.
Jangan jauh-jauh, nanti langkahku kekurangan penerang.
Tidak perlu menyayangiku. Jika kamu hanya melakukannya, ketika kamu ‘sempat’ saja.
Seberapa pun kau coba lupa, aku tahu, mengingatku adalah hal yang terjadi ‘begitu saja’ dalam dirimu.
Ketika aku takut pada hidup, aku berpegang pada Tuhan dan memelukmu dari belakang. Kuat-kuat.
Mencintaimu itu selalu membuatku teringat, bahwa aku cukup bahagia dan Tuhan selalu baik.
Kita nyatanya hanya butuh pasangan yang pandai memahami segala kekurangan kita. Juga pandai menyikapi cara kita marah. #myfave*
Saya bisa dipanggil Tuhan kapan saja, lalu hilang begitu saja. Yakin, masih mau nunda bilang sayang?
***
Hei hallo, selamat datang Juni. Juni punya kalian juga. Kebetulan, saya tidak suka bulan Mei kemarin. Bukan berarti saya tidak bersyukur. Tapi ada beberapa hal yang ‘mengecewakan’ saya dengan sangat Mei lalu. Saya mengalami masa, dimana saya harus menghadapi bahwa, beberapa orang yang kamu kedepankan, ternyata memberimu tempat di paling belakang dari hidup mereka. Mengenaskan. Hahaha.. tidak apa, mereka itu orang-orang yang kurang kece saja. Kebahagiaan saya pun tidak bergantung pada cara mereka hidup.
Tapi saya menjalani Mei dengan banyak senyum penguat. Sebenarnya ketawa saya di bulan Mei pun lebih banyak dari pada di April lalu. Terima kasih Tuhan. Kamu (selalu) baik sekali.
Kerjaan saya juga main-main terus, bulan ini saya sering jadi bolang. Bapak saya sampai kesal karena kerjaan saya kelayapan mulu. Bahkan ngga kehitung berapa kali saya ke Jogja. Bawa motor sendirian dari pagi sampai pulang nyaris maghrib. Pengeluaran saya pun banyak. Beli buku terus pula. (҂⌣_⌣)/| mesin atm/ T_T
Waktu tempuh berkendara Samigaluh – Jogja yang biasanya 1 setengah jam saya lalui, sekarang hanya 50 menit saja. Bisa dilihat bagaimana kemampuan saya berkendara meningkat tajam -_-
Saya juga tidak suka Mei, karena banyak teman saya yang sakit di bulan ini. Terburuk adalah ketika di akhir Mei saya mendengar Ibu sahabat saya terkena hipertensi dan kepalanya harus dioperasi karena ada pembuluh darahnya yang pecah. Sampai terakhir kali saya menulis ini, beliau belum sadar dari komanya. Pelukan doa saya selalu sama kamu dan mama ya Kezia sayang, sedih sekali belum bisa berkunjung menjenguk ke rumah sakit, tapi rencananya bulan ini saya akan ke Jakarta. Kamu harus kuat, karena kamu ada untuk menguatkan mama. Saya paling benci mendengar kata ‘sabar ya’. Jadi saya ngga akan suruh kamu sabar. Karena kamu sudah jelas tahu, kamu harus seperti itu. Mengulang kalimat itu hanya akan membuat kita teringat akan hal berat yang sedang kita jalani.
Yang saya pikirkan adalah karena sahabat saya ini anak pertama, tentu saja ketika ada orang tua yang sakit, bebannya jauh lebih berat dari saya yang anak bontot. Hmm.. mereka yang tidak pernah mengalaminya, tidak akan tahu betapa beratnya. Seberapa pun mereka mencoba mengerti, percayalah.
***
Yah siapa yang menyangka, usia mama Kezia jauh lebih muda dan sehat dari mama saya. Mama saya justru sudah terkena stroke selama 8 tahun. Tapi hanya karena serangan darah tinggi yang berjalan beberapa detik saja, kini mereka sama-sama berbaring tak berdaya.
See, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita harus selalu siap dengan segala kemungkinan. Tinggal dekat dengan orang tua itu sebenarnya adalah hal terpenting juga dalam hidup. Saya saja sampai sekarang belum selesai menyesal telah pergi tinggalin mama saya dulu. Dan tentu saja ‘menyesal’ adalah sebuah kebodohan, saya jangan ditiru guys. Walau tinggal berdekatan pun, rejeki sakit tidak ada yang bisa menolaknya. Tapi setidaknya, kamu tidak kesulitan untuk selalu ada di sisinya bukan. Tidak seperti saya dulu yang terhalang kewajiban untuk sekolah dan kuliah. Sehingga tidak bisa menjaganya setiap waktu.
“Kalau saja, saya ada di dekatnya. Dia pasti tidak seperti ini. Dia pasti bisa dengan leluasa membagi beban pikirannya setiap waktu pada saya. Kalau saja.” – Kalimat yang masih sering muncul di otak.
Sampai detik ini, saya masih sering mencoba mengingat bagaimana suara tawa mama saya terdengar. Tapi selalu gagal. Mereka sedikit demi sedikit memudar dari memory saya. Dulu saya pergi ketika mama masih begitu sehat untuk peluk saya kuat-kuat saat mengucap selamat tinggal, dan bilang "belajar yang rajin, jangan nakal di Jakarta", tapi saya kembali bertemu dengannya ketika dia terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit. Dengan bibir miring, mata yang sulit terbuka dan tubuhnya lumpuh separuh. Itu saat saya kelas 2 SMA. Momen yang tentu akan bertahan selamanya di kepala saya. Saat itu, rasanya ruh saya mau terlepas dari raga, serius deh. Lemes dan otak saya kosong, ngga pake disuruh air mata saya langsung banjir. #eaa kalo dilanjutin saya bisa beneran nangis, postingnya pun harus move on sekarang juga, hahahaha :p
***
So, welcome June. Berharap ramadhan yang tinggal 2 bulan lagi semua keluarga bisa lengkap berkumpul dan diberi kesehatan. Semoga kita masih ada umur sampai lebaran datang. Apa yang paling mengejutkan datang adalah kematian. Jangan terlalu PD kamu masih punya banyak waktu buat membahagiakan mereka yang kamu sayangi. Kalau bisa, bahagiakan saja mereka setiap waktu.
Hidup di Mei kemarin mengajarkan saya satu hal:
Kita hidup, bukan hanya tentang menemukan teman yang bisa kita ajak pergi jalan-jalan juga berbagi kebahagiaan. Teman yang seperti itu tidak perlu dicari, semua pun bersedia. Tapi kita hidup untuk menemukan teman yang mau berbagi kebosanan dan juga kesakitan. Yang selalu ada ketika kamu sehat, juga tak berhenti ada dan berdoa ketika kamu sakit. Saya kerap bilang, ‘perhatian dan kekhawatiran’ yang tulus itu priceless. Kamu bodoh kalau kamu sampai menyianyiakan mereka yang bersedia memberikan keduanya padamu.
***
Cinta bukan segalanya. Kezia sudah punya pasangan, hubungan mereka pun baik, tapi apakah kesulitan dan masalah hanya datang dari cinta yang remeh temeh? Ini hidup dude, galau masalah cinta doang mah kacang. Untuk itu jangan pernah menyepelekan hidup orang lain. Dan jangan hanya bisa mengeluh karena ditinggal pasangan atau cinta bertepuk sebelah tangan. Cinta, bukan segalanya. Walau kita hidup memang butuh dicintai atau pun perlu status sosial, tapi hidup ngga hanya berkutat soal itu.
Jadi jangan pernah merasa hidupmu berakhir hanya karena patah hati. Hayah.. sakit hati mah besok juga sembuh. Seperti pula sakit gigi, kamu hanya perlu berani mencabut bagian gigi mana yang membuatmu sakit. Atau kalau masih bisa dipertahankan, tambal bagian yang berlubang. Seperti itu pun sakit hati, cabut saja dari kehidupan orang-orang yang hanya memberimu kesakit-hatian itu, atau kalau masih bisa dipertahankan, berlapanglah memaafkan segala kesalahan mereka. Simple. Tinggal gimana cara move-on-nya aja. Banyak mereka yang bahkan belum bisa move on dari rasa lapar karena masih tinggal di kolong jembatan. Mereka itu move on-nya jelas lebih berat dari move on kamu-kamu, juga saya yang kenyang.
***
Jangan jadi manusia yang jumawa (sombong). Tuhan, dia tidak perlu berusaha bila hanya ingin mengambil nikmat yang sedang kamu rasakan. Kita manusia, cenderung sombong ketika bahagia, ketika doa kita terkabul, ketika Tuhan sedang begitu baik dan hidup tengah begitu lancar. Lalu syukur dan iman kita mengendur. Jangan pernah seperti itu. (karena saya sendiri sering begitu -_-)
Kemarin lalu di sebuah serial televisi saya menonton percakapan antara ustad dengan jama’ahnya:
“Ustad, kapan saya bisa kaya?!”
“Astaghfirullohhaladzim, ente pikir harta ente kurang. Itu mata bisa ngeliat, kaki bisa jalan, telinga bisa denger. Kita itu kaya-nya luar biasa!”
“Yaaa maksud saya bukan kaya sehat ustad. Kaya uang, saya udah bosen hidup miskin terus ini!”
“Ente tahu, Allah SWT bilang; Ketaqwaanmu tidak akan pernah bisa mengubah takdirmu!”
“Yahhhh kalo gitu sampe lebaran monyet saya bakal miskin terus dong?!”
“Yeee tunggu dulu, gue belum selesai ngomong. Ketaqwaanmu tidak akan pernah bisa mengubah takdirmu. Tapi Aku bisa! Nah, jadi lo pikir sendiri deh tuh.”

seriously waktu nonton saya sempet bengong beberapa detik. Saya terkesima dengan kalimat itu. Ketaqwaanmu tidak akan pernah bisa mengubah takdirmu. Tapi Aku bisa!
Ya, Tuhan begitu besar kuasanya. Sangat besar sayang. Kita yang kerap  menyepelekan ukurannya dengan berputus asa. Kita yang kecil ini, sering kali mengecilkan peran Tuhan kita sendiri.
Dan betapa kurang ajarnya kita bila kita yang terlahir normal masih merasa miskin dalam hidup. Cara pandang kita lah yang membuat kita miskin.
Jadi, jangan pernah mau dimiskinkan dunia teman. Jangan. Atau Tuhan akan benar memiskinkanmu, mengambil setiap nikmat yang telah dia titipkan. Karena kamu bahkan lupa melihatnya sebagai nikmat.
So, have a bless June! :)
***
Notes:
Saya menulis posting ini pagi, dan saat maghrib saya dapat kabar kalau mama dari sahabat saya tersayang Kezia meninggal dunia. Benar saja, kita tidak pernah tahu apa rencana Tuhan. Bahagiakan mereka yang kamu sayang di setiap waktu yang kamu bisa. Kamu tidak pernah tahu kapan waktumu atau waktunya akan habis, dan Tuhan ingin kamu atau dia pulang ke sisi-Nya.
Yang kuat ya Kez, gue tau lo perempuan yang kuat. Kata Shisi lo bahkan nyoba nahan tangis lo. Tapi sayang.. kamu berhak menangis hari ini. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Mama pasti bangga pernah diberi kesempatan, memilikimu di rahimnya, di hidupnya. Kamu anak baik. Kamu pun sahabat yang baik. I love you, like always bu. Ngga ngerti lagi mesti kuatin kamu gimana. *peluk
shisi, saya, kezia. 2009

***
Ini kenapa posting quotesnya panjang banget, karena saya mungkin akan jarang posting beberapa waktu ke depan. Karena satu dan dua hal. Semoga bulan ini, ada posting lagi yah. Maaf kalo ternyata baru bisa posting bulan berikutnya. I’m trying my best
Oh iya, semalam saya tiba-tiba kangen sekali sama lagu-lagu Avril Lavigne di album pertamanya Let Go. Saya memutar kembali rekaman saya sendiri waktu menonton konsernya tahun lalu di Jakarta. Dan saat posting ini dibuat, saya malah kelamaan ngabisin waktu buka-buka Youtube -_- liatin konser-konsernya dia yang dulu banget. Losing Grip is one of may fav song di Album Let Go-nya. Dan Let Go, tetap album terbaik yang pernah dia bikin. Enjoy!


Semoga bulan Juni-mu dipenuhi oleh hati mereka yang tulus peduli. AMIN. CHEER UP and GOD BLESS YOU ALL! ;D

14 comments:

  1. Kak, posting kakak kali berarti banget buat aku. Terima kasih untuk selalu mengingatkan untuk bersyukur. Menjadi orang sakit seperti aku mungkin memang butuh banyak sentilan buat bersyukur :)
    Semoga Allah selalu memrahmati kakak dan keluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu sakit apa memang sayang?
      amin amin amin.
      terima kasih, semoga Allah selalu merahmati kamu dan keluarga :)

      Delete
  2. suka suka suka suka sekali sama yg ini kakakkkk! Ga sabar nunggu yg berikutnya. Jangan kelamaan yah kakak. Tapi worth to wait sih kak kalo yg ini. Hehehe
    Oiya kak,saya jg suka sama avril lavigne *toss* sayang belum beruntung buat liat konsernya
    Keep tweeting n posting kakak :)
    xoxo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ituh aku udah posting lagi :D

      Terima kasih ya Dian

      Delete
  3. juni ada UAS...
    males!! -___-
    #curhat
    mei juga masih gagal move on....
    -___-
    #curhatlagi

    Aku sedang main cilukb Aku sedang main cilukba, aku
    berpura-pura kamu sedang ada di
    hadapanku. Lalu aku yang terkejut
    sendiri. Aku sendiri. a, aku
    berpura-pura kamu sedang ada di
    hadapanku. Lalu aku yang terkejut
    sendiri. Aku sendiri.

    ini.....
    ummm #jleb #jleb banget.....
    *speechless*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelihatan si Gum, komen kamu aja ruwet begitu. ahahaha..
      Yang semangat dong, cowok itu besok jadi pemimpin keluarga loh. Semangat! :D

      Delete
  4. suka bggttt ahh kak fa makasih ya buat tulisan2nya yang bagus dan sangat menginspirasi :) semoga aku bisa sehebat kaka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha emang aku hebatnya apa? Kita sama aja kok sayang.
      Hidup adalah tempat belajar, jangan sampai pergi dari kehidupan ini tanpa naik kelas :)

      Delete
  5. Kisah ka fa mirip banget sama aku jaman SMA, waktu itu aku main terus ninggalin ibu dirumah. Main gak jelas juga arahnya. Dan sekarang makasih buat ka fa udah nyadarin aku betapa berharganya saat-saat dirumah itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik, sayangin mama banyak-banyak ya mulai sekarang! :)

      Delete
  6. wanita yg pernah memelihara kita dalam rahimnya itu memang selalu berarti ya.. nomatter what.. :')

    Btw selama ini manggilnya kakak Fa terus padahal kita seumuran.. Bahkan saya lebih tua beberapa minggu, hehe.. Saya harap akan ada postinganmu secepatnya di bulan ini ya Fa..
    HAVE A BEAUTIFUL JUNE!! ^^

    ReplyDelete
  7. aku suka banget sama blognya..
    isi blog dan postinganya bagus, menarik dan bermanfaat sakali..:)
    jangan lupa untuk terus menulis menulis yaa..^_^

    oia salam kenal
    kalau berkenan silahkan mampir ke EPICENTRUM
    folloback juga ya buat nambah temen sesama blogger,,tukeran link juga boleh,,makasih..^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims Rizki. Blog dan hobimu juga kece banget :)

      Delete

Thanks for reading my post! :)