Sunday, June 24, 2012

Cintanya, cinta Zooplankton!




Manusia suka namain semua pake cinta. Tapi buat saya cinta itu hanya untuk jodoh. Datang sekali seperti hidup dan mati. ~Fa


Saya sedang suka membaca buku karya Tere Liye. Tere Liye bukanlah nama sebenarnya, itu hanya nama pena. Dulu saya kira, Tere Liye adalah seorang perempuan, tetapi ternyata dia adalah seorang pria bernama Darwis. Ya, hanya itulah sebatas yang publik ketahui. Caranya meramu huruf sangat apik. Ceritanya pun terbaca dengan sangat baik. Saya adalah fans baru seorang Tere Liye!
Dan tulisan kali ini pun, terinspirasi dari cerpen yang ia tulis juga obrolan saya dengan sahabat. Kebetulan saya baru selesai membaca buku kumcernya yang berjudul “BERJUTA RASANYA”.
Kalau saya boleh mengutip refrensi dari seorang pembacanya;
"Kalian akan merasakan remuk seketika tepat di dada saat membaca buku ini."
Dan itu benar adanya. Karena setelah membacanya, saya jatuh cinta pada Tere Liye tepat di dada saya! Hahaha..
***
Saya memang akhir-akhir ini sedang muak dengan kata cinta (bukan dengan cinta-nya). Sepertinya semakin saya besar dan dewasa, semakin saya menyadari, “Theres no such a thing like LOVE." Ketika begitu banyak sekali orang yang bisa dengan mudah mengumbarnya. Padahal kebanyakan yang mereka alami belum lah sampai tahap 'cinta'.
Yang ada, hanya sayang karena terbiasa diperhatikan.
Because love, no matter how strong you feel it these days, it would just fade away someday..
Kalau ngga, ngga ada orang yang mesti berkali-kali putus cinta. Atau berkali-kali jatuh cinta. Karena itu bukan ‘cinta’. Kita yang menamainya seperti itu. Itu hanya “sayang” karena terbiasa diperhatikan.
Itu kenapa banyak mereka yang selingkuh setelah berpuluh tahun menikah.
Itu kenapa banyak mereka yang saling menghianati setelah bertahun-tahun berpacaran.
Itu kenapa banyak gebetan yang akhirnya ngga sampe jadian.
Kamu mendeklarasikan dirimu “jatuh cinta”. Padahal? Hmm.. pikirin lagi deh.
Cinta hanya pantas diberi pada mereka yang bertahan bersamamu hingga akhir. Dan itu pun baru pantas diberi ketika kamu sudah melewati perjalanan hingga akhir bersamanya.
Di salah satu cerpennya yang berjudul “Bila semua wanita cantik” Tere Liye menulis:
Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.
(ini-lah yang saya kerap bilang; cinta, mereka tidak pandai menghitung untung dan rugi. Selama kamu masih menghitung untung dan rugi, berarti kamu.. belum mencintainya.)
Lalu pagi ini pun saya bilang pada sahabat saya;
“Temukan pria yang seperti itu. Yang ngga milih lo karena lo “lebih baik” atau “lebih buruk” dari perempuan lain. Karena kalau dia milih lo berdasarkan hal di atas, suatu ketika dia pun bakal pergi karena alasan yang sama. Akan selalu ada “lebih baik” yang dia temuin dalam hidupnya setelah dia ketemu sama lo. Dan lo pun akan jadi bagian yang “lebih buruk” dari yang dia temuin itu. Temukan dia yang milih lo, karena dia sayang dan dia takut Tuhan. Kesetiaan bukan datang dari CINTA. Kesetiaan datang dari pengetahuan kita akan DOSA.
Because again and again, love, no matter how strong you feel it these days, it would fade away someday..
He has to love GOD more than he loves me, or if he’s not, he would just leave this stupid girl eventually.
Tanpa ada Tuhan di hatinya, tidak ada manusia yang bisa SETIA.
Saya bukan tidak percaya “cinta”. Saya hanya meyakini, mereka hanya sekali datang dalam hidupmu, seperti datangnya hidup dan mati. Jadi berhenti mengatakannya dengan begitu mudah. Dan membuat “cinta” jadi terdengar “murahan”.
***
Di sebuah cerpen Tere Liye lainnya yang berjudul "Pandangan pertama Zalaiva" ada perbincangan manis Zalaiva dengan sang Kakek saat ia tidak sengaja memecahkan telur ayam dan itu membuatnya menangis.
Kakek: Jangan dipikirkan. Hanya telur sayang!
Zalaiva tetap menangis
Kakek: Tahukah, sayang. Jika kau melempar sebutir telur dari atas awan, saat jatuh menimpa tanah, sedikit pun terlur itu takkan retak sepanjang kau punya sesuatu! Dan tahukah kau apakah sesuatu itu?
Zalaiva menggeleng.
Kakek: Sesuatu itu adalah cinta!
Zalaiva: kalau begitu cinta itu seperti kasur, ya, Kek? Yang saat Zalaiva loncat-loncat di atasnya tidak terasa sakit?
Kakek: bukan. Cinta itu tidak seperti kasur, sayang.
Zalaiva: jadi bagaimana ia membuat telur itu tidak pecah?
Kakek: karena cinta itu akan memberi sepasang sayap yang indah kepada terlur itu sayang.
Zalaiva: jadi cinta itu seperti burung!
Kakek: ya. Seperti burung, ia akan membawamu terbang ke mana saja. Membuatmu bisa memandang seluruh dunia dengan suka cita, Bahkan, terkadang kau merasa seluruh dunia ini hanya milikmu seorang.
Zalaiva: kakek, Zalaiva ingin cinta!
---
Zalaiva: kakek, apakah cinta itu memberi, seperti yang selalu kakek lakukan saat memberi makan ayam-ayam?
Kakek: tidak. Karena kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun memiliki perasaan cinta, tetapi kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi.
Zalaiva: apakah kakek pernah bertemu dengan cinta? Apakah cinta memerlukan mata untuk memandang?
Kakek: tentu tidak, sayang!
Zalaiva: Kalau begitu bagaimana zalaiva tahu itu cinta?
Kakek: kau akan tahu ketika ia datang. Kelak saat kau dewasa, kau akan melihat banyak sekali orang-orang yang begitu saja jatuh cinta. Bagi mereka, cinta seperti memungut bebatuan di pinggir sungai. Banyak bertebaran. Bosan bisa dilemparkan jauh-jauh. Kurang, tinggal masukkan batu lain ke dalam kantong lainnya. Apakah perangai seperti itu disebut cinta? Tentu saja bagi mereka juga cinta. Tetapi ingatlah selalu Zalaiva-ku, cinta sejati tak sesederhana bebatuan.
---
Ya, cinta sejati tak sesederhana bebatuan. Masalahnya, apakah cinta itu? Apakah ia sebentuk perasaan yang tidak bisa dibagi lagi? Apakah ia sejenis kata akhir sebuah perasaan? Tidak akan bercabang? Tidak akan membelah diri lagi? Titik? Penghabisan? Bukankah lazim seorang jatuh cinta lagi padahal sebelumnya sudah berjuta kali bilang ke pasangan-pasangan lamanya, "Ia adalah cinta sejatiku!"
---
Zalaiva: kakek, apakah cinta itu menakutkan seperti hantu?
Kakek: ya, cinta sejati seperti hantu. Semua orang membicarakannya, tapi sedikit sekali yang benar-benar pernah melihatnya.
Zalavia: kalau begitu, Zalaiva tidak ingin cinta lagi!
(Zalavia adalah seorang gadis cilik yang ke-dua matanya buta)
---
Ya, cinta tak sesederhana bebatuan
Itu kenapa jangan kamu, sembarang memungut dan membuang saya.
Mungkin saya, hanya punya cinta Zooplankton.
Kamu tahu Zooplankton?
Meski pun Zooplankton itu tergolong hewan, mereka tidak pernah memangsa makhluk hidup lainnya. Mereka satu-satunya hewan di dunia yang tidak membunuh makhluk lain untuk mengisi perut, bahkan rumput laut pun tidak. Zooplankton sempurna makan dari hasil fotosintesis matahari. Kemudian memasrahkan diri dimakan ikan-ikan kecil. Zooplankton selalu setia sampai kapan pun menjadi rantai terbawah dalam piramida makanan.
Baru pertama kali ini, saya menemukan pengandaian cinta setia yang saya miliki. Saya, tidak punya hati yang tega menghianati. Saya bodoh dibeberapa sisi. Saya begitu sulit marah pada mereka yang saya sayangi. Tapi ini cinta saya. Saya bisa apa?
Setidaknya saya bukan Cillean Filleta, makhluk yang tidak memerlukan pasangan untuk bereproduksi selama hidupnya. Hahaha..
Saya tetap butuh kamu, ya, kamu.
Yang mencintai saya, tanpa ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk :)
Saya tahu kamu ada di situ
Kamu yang di hatinya selalu ada Tuhan
Kamu yang pasti datang tepat waktu.
Jadi berhenti mengatakan cinta dengan begitu mudah. Dan menjadikannya terdengar murah!
Ps: tulisan ini sepenuhnya terinspirasi dari buku kumcer "Berjuta Rasanya" Tere Liye dan lagi-lagi, perbincangan dengan sahabat. Keren ya, saya sudah posting lagi! :D

20 comments:

  1. Suka sekali.. :) Kalo soal lebih percaya Tuhan dr cinta (dan memang seharusnya) saya jadi mau ngasih link ini.. :p

    http://catatanawanputih.blogspot.com/2012/05/saya-gak-percaya-kamu-p.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha itu posting curhatan yah? sudah kubaca :)
      terima kasih sayang.

      Delete
    2. hhaha..Iya, baru bisa curhat dan bergalau di blog #blush
      No place can hear me, Like blog hear my story.. :D

      Delete
    3. Great, selalu ingin setiap orang di muka bumi ini punya blog :P

      Delete
  2. keren :)
    saya jadi tertarik membaca bukunya tere liye

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beli!
      Saya lagi baca yang 'aku, kau, dan sepucuk angpau merah' :)

      Delete
  3. *speechless*
    4 jempol deh buat ka fa..
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamu sesuatu ya gum. selalu baca dan komen di posting saya. hahaha :D
      trims yo, anyway piye utsnya? sukses kan.

      Delete
  4. amazing ka fa :)

    ReplyDelete
  5. Bagus fa,,, memang terkadang qt suka salah memaknai cinta!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iyaa, cinta cinta cinta. Kebanyakan cinta x)

      Delete
  6. karena itu sebenernya mencintai gausah pake alasan. biar ga ada alasan buat meninggalkan dia
    well, you're really awesome writer, fa ! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu ngga punya alasan buat ninggalin dia, eh dia yang punya alasan buat ninggalin kamu :P

      Trims no name ;)

      Delete
  7. Tanggung jawab Fa.. Saya menitikkan airmata.. :')

    ReplyDelete
  8. angguk angguk baca yang ini kak.. ,,

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)