Thursday, March 08, 2012

LAUT




“Aku ingin ke laut. Kapan kamu mau mengajakku ke sana, lalu menemaniku tersenyum?”

Ini adalah twit random terjujur saya belakangan. Banyak yang me-retweet, mungkin mereka sedang begitu ingin melihat laut seperti saya.
Sebenarnya bukan hanya soal lautnya. Ini soal teman yang bisa menemani perjalanan-nya, soal waktu untuk benar-benar pergi mengunjunginya.
Liburan? Siapa yang tidak ingin. Otak saya ini sudah butuh lebih dari sekedar liburan. Tetapi liburan itu semustahil... ah, entahlah. Saya tidak mungkin menjelaskan kondisi saya sedetil itu di blog. Yang jelas, liburan, jalan-jalan dan kawan-kawannya adalah hal yang nyaris mustahil untuk saya dalam beberapa waktu ini.
Sakit sekali hati saya kalau memikirkan hal ini
Hal yang jarang saya berani ucapkan di bibir saya untuk saya tujukan pada diri saya sendiri adalah kata “traveling”
Seperti ada jarum yang menusuk diam-diam
Seperti tertampar sesuatu yang kasat mata
Seperti.. seperti ini.. tertegun di layar laptop saya sendiri
Hahaha
Seorang teman bertanya; “Faaar gimana lo bisa bertahan hidup di atas gunung sanaaaa? Sedang gue yang sendirian di kamar begini aja ngga betah!”
Jegger!
Saya bingung jawabnya. Saya tanya diri saya; “Kenapa bisa Fa?” dan si Fa ngga bisa jawab. I mean, si Fa tahu kenapa dia hidup di tempat ini, tetapi gimana cara pastinya dia bisa bertahan di sini dia pun bingung, yang jelas setiap hari dia selalu mencoba untuk menjalani hari-harinya saja, meletakkan kepercayaan sepenuhnya pada  Tuhan.
Sulit-kah? Bohong kalau saya bilang tidak. Omong kosong kalau saya ngga pernah sedih. Pret. Hahaha.. saya sering nangis kali, tapi saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak meratap. Ini saja begitu ingin melihat laut karena mulai bosan menatap gunung. Hey, saya itu manusia biasa loh!
Saya bisa, karena memang harus bisa mungkin. Terkadang kan manusia justru semakin kuat ketika tengah terdesak.
***
Jadi, hai pasir putih
Hey air dan langit yang sama biru
Hey desir-desir angin
Hey aku yang duduk menatapmu dengan sekujur tubuhnya telah terasa asin
Hey, aku yang tersenyum senang karena kamu temani jalan-jalan
Kita pasti akan bertemu
Hey dengar, aku bilang “pasti” yaaa..
Walau nanti temanku hanyalah ‘bayanganku’ sendiri
Aku pasti akan tetap berusaha menghampirimu, laut.

Notes:
Ah ya, saya tahu kenapa saya bisa bertahan. Salah satunya karena saya dekat dengan Mama dan juga karena masih ada kamu yang mau mendengarkan saya. Terima kasih ya! :) 

7 comments:

  1. Tenang aja Aunti...
    Kalo belum bisa pergi ngeliat laut, nanti kita bikin laut di halaman depan rumah kamu.
    Keren kan.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren-nya kalo di samigaluh tiba" ada laut :D
      Tapi aku pasti samperin itu laut, liat aja ya, bulan ini pasti ke laut. *mengepalkan tangan*
      Aminin yaaa Uncle :)

      Delete
  2. Jadi pengen ajak kamu ke sabang fa,,,, kalo ada kesempatan ayo ke aceh fa, ntar aku yang temenin jalan2 ke lautnya. Laut" disini bagus" lho fa,,,^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah Serambi Mekkahmu Iin, ingin sekali pastinya mengunjungi laut di sana.
      Kalau aku sudah kerja dan punya penghasilan tetap lagi, Insya Allah ya main ke tempatmu yaa. Gratis ya nginep di rumahmu dan diajak jalan-jalan :p

      Delete
  3. Kamu ingin ke laut, aku malah kangen gunung, mendaki lagi kayak dulu #curcol =(

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)