Thursday, March 29, 2012

Kunang-kunang Kebahagiaan dan Semut yang Terjebak

Cahaya jadi bernilai, karena gelap yang mempersilahkannya..


Sudah beberapa hari ini lampu jalan tepat di depan rumah saya rusak. Kalau mereka mulai konslet lampu akan berkedip-kedip seperti lampu disko. Dan itu terjadi lagi malam ini. Ketika kamar saya sudah gelap sempurna, kedipannya akan menarik perhatian saya yang 2 hari ini tidur menghadap ke arah jendela.

Biasanya tidak menghadap jendela, tapi sahabat saya chrysti yang datang sejak hari jumat lalu, selalu tidur lebih dulu di kasur dan dia lah yang mengambil posisi tidur begitu. Malam tadi sudah tak ada lagi dia, tapi saya tetap mengambil posisi yang sama. Saya tidur menghadap jendela. Sepi sekali, dan saya pun tidak suka menonton tv, itu kenapa saya tidak mau meletakkan tv di dalam kamar tidur.

Tapi malam tadi ada yang tidak biasa. Se-ekor kunang-kunang tersesat masuk ke dalam kamar saya. Benar-benar se-ekor kunang-kunang! Malang sekali dia harus nyasar masuk ke kamar cewek yang bau minyak telon + Johnson’s baby bedtime powder ini -_-

Rumah saya itu depannya sawah, jadi memang ada banyak kunang-kunang. Sepertinya dia terpisah dari kelompoknya, lalu tersesat masuk lewat jaring-jaring celah ventilasi kamar saya. Di kegelapan, dia berkedip-kedip hijau. Kalian tahu hijau stabilo yang sering kalian gunakan. Seperti itu lah persis warnanya. Dia sempat menempel di tirai dan tetap berkedip. Lalu pindah ke langit-langit kamar dan terus berkedip. Sembari melamun saya terus menatapnya, berpikir betapa indah sinarnya berkedip dari detik ke detik. Hanya karena hewan kecil sebesar kuku itu saya tiba-tiba merasa bahagia, kegelapan di malam ini terasa lebih baik. Hahaha. Memang saya ini ga bisa mellow lama-lama.

***

Sejak Chrysti datang saya memang tidak berhenti mengendarai motor. Samigaluh-Purworejo, Purworejo-Samigaluh. Samigaluh-Jogja, Jogja-Samigaluh. Lalu kembali Samigaluh-Purworejo, Purworejo-Samigaluh. Dengan kemampuan mengendarai motor yang tiarap dan juga badan yang sering nyaris terbawa angin kalau memaksa ngebut --"

“Pasti hari ini pantat gue tambah tepos 1 cm.” Celetuk saya di sawung tukang mie jawa tepat di Samigaluh, malam hari sepulang kami dari seharian melanglang buana di Jogja dan nyaris tewas kelaparan.

“Heh Far, please ya pantat lo itu udah ngga bakal bisa nambah tepos lagi! Pernyataan menjatuhkan yang keluar dari mulutnya membuat bibir saya manyun, lalu kami tertawa lepas bersama.

Salah satu quote terbaik dia sepanjang perjalanan hari sabtu itu adalah “Far, gue ngga pernah tahu ada kampung sekampung ini.”  -_- Se-nista itukah Samigaluh?

Hahaha.. itu karena saat kami berkendara pulang kami jarang sekali bertemu pengendara lain. Nyaris sendirian sepanjang perjalanan dari Ndekso sampai desa Pagerharjo rumah saya. Dan... ngga ada lampu penerangan jalan, padahal kami pulang ketika langit sudah nyaris gelap sempurna. Yahh.. ngga ada lah ya penculik yang khilaf nyulik dua cewek kere kaya kita.

Malam tadi tak ada lagi Chrysti, jelaslah ada yang berbeda. Saya langsung merindukannya, sedetik setelah ciuman saya di pipinya terlepas kemarin sore di hadapan sekumpulang manusia yang tengah menunggu bis yang akan kembali membawa mereka pulang ke kota masing-masing. Romantis banget kan kek di pelem India? #iyafaterserahelodeh

Terima kasih ya sayangku sudah menyempatkan mengunjungi si coklat ini di tengah usahamu banting tulang cari uang di Jakarta yang keras. Pulang kerja nyaris selalu pukul 10 malam tiap harinya dan bahkan masih difitnah rekan kerja sana-sini. Mereka yang belum pernah bekerja, tidak akan tahu rasanya bukan? Jadi abaikan saja mereka yang mengecilkanmu. 

Dan aku yakin sayang, dengan uang 10 ribu yang tertinggal di dompetmu kemarin (gue pasti disilet-silet sama dia kalo dia baca gue nulis ini di blog, hahaha), kamu pasti sampai di Jakarta dengan selamat. Muka kita, emang muka cewek yang minta ditegain, semua orang memang selalu tega sama kita. Hahaha. Tapi kita jelas perempuan yang selalu bisa diajak hidup susah bukan? Sakit hati sedikit, keringetan sedikit, jalan jauh sedikit bukan masalah sama sekali. 9 tahun persahabatan kita, adalah kado indah yang pernah Tuhan berikan padaku.

Suatu saat akan ada pria yang menyadari, bahwa kita-lah perempuan paling menyebalkan yang bisa dijadikan teman hidup yang paling menyenangkan baginya :P

***

Tuhan selalu punya cara membuatmu dikejutkan oleh kebahagiaan sederhana. Saya menyadari, semakin tidak muluk-muluknya keinginan saya, saya semakin pandai men-syukuri kebahagiaan yang ada di hadapan mata saya.

Karena beberapa orang baru mau menyebut sebuah hal baik ‘kebahagiaan’ ketika ia sebesar dunia ini. Bagi saya, bahkan se-ekor kunang-kunang yang tersesat ke kamar pun merupakan kebahagiaan. Dia tidak tersesat begitu saja, ada takdir Tuhan di dalamnya. Karena sehelai daun yang jatuh pun ada takdir Tuhan di dalamnya, itu kenapa di dunia ini tak ada yang kebetulan. Saya tidak percaya pada kebetulan J

Kalau kamu mengenal saya, kamu pasti tahu saya selalu berusaha memperjuangkan apa-apa yang saya sayangi. Seberapa pun seseorang itu menganggap saya kecil dan tak berharga untuk dirinya. Saya bukanlah dirinya.

Kalau bagimu, kehilangan saya bukanlah apa-apa, saya bisa mengerti itu. Tetapi bagi saya, kehilangan hati seseorang yang tulus menyayangi saya adalah sebuah kerugian besar. Apalagi kalau sampai saya perlu kehilangan dia, hanya karena hal sepele. Sesuatu yang sesungguhnya masih saya bisa usahakan untuk maafkan dan perbaiki.

Mencari musuh itu tidak perlu mengusahakan apa pun, tapi mendapatkan teman hidup dan sahabat yang tulus menyayangimu? Kamu bisa menghabiskan waktu seumur hidupmu, dan masih belum tentu beruntung menemukannya kawan..

***

Tidak semua orang bisa menghargaimu sebaik kamu menghargainya. Tapi jangan lantas hal itu membuatmu tak ingin lagi jadi manusia yang lebih pandai menghargai.—fa

Selama saya melakukan yang terbaik dengan niatan baik, saya tidak pernah peduli prasangka orang lain. Pasti banyak yang menilai saya kerap pura-pura bodoh dan naive, tapi itu adalah haknya. Kenapa saya harus pusing akan prasangka buruk orang lain, sedang saya sendiri tidak merasa melakukannya. Toh saya memang sudah bodoh dan naive dari sananya #ditujesbamburuncing

Pandangan manusia, tidak lebih penting dari pandangan Tuhan pada diri saya sendiri. Saya lebih takut pada penilaian Tuhan saya dari pada penilaianmu. Hey jangan takut dirugikan, karena tak ada yang pernah dapat tersembunyi di hadapan TuhanMu. Mereka yang berniat tidak baik padamu, adalah mereka yang sedang merugikan diri mereka sendiri. Suatu saat, mereka akan mendapat kerugian yang sama atau bahkan berkali lipat lebih besar. Semua manusia pada akhirnya akan bertanggung jawab pada perbuatan mereka masing-masing. Itu adalah bagian Tuhan-mu untuk memikirkannya. Kamu tidak perlu ikut repot.

Karena kalau menjadi manusia yang baik itu mudah, pasti tidak ada satu pun hukum di dunia ini.

Saya hanya meyakini satu hal, segala yang kamu beri adalah segala yang akan kembali pada dirimu sendiri. Buruk akan kembali jadi buruk, baik akan kembali jadi baik.

Karena apa yang “tidak terlihat” di matamu sebagai hal baik, mungkin adalah apa yang terlihat oleh Tuhan sebagai “hal terbaik” yang kamu butuhkan. – fa

Selalu berusaha berperasangka baiklah pada manusia di sekitarmu juga terlebih lagi pada TuhanMu sendiri. Saya pun sedang belajar terus melakukannya.

Kalian yang terlalu serius pada sakit hati, akan kehilangan lebih banyak dari sekedar penyesalan.

Betapa sebiji kecil kunang-kunang itu, membuat saya berpikir lebih besar detik ini.

***

Ini hari Senin. Pagi tadi, seperti biasa saya sahur seorang diri. Berjalan ke dapur dengan mata nyaris terpejam karena mengantuk dan hati sedikit sebal karena menyadari bahwa saya lupa memasak nasi -_-

Jadi saya pun berjalan ke dapur untuk memasak mie goreng dan bikin telur mata sapi. Tanpa nasi!!! Rrrr.. saya itu belum bisa bilang saya sudah makan kalau saya belum makan nasi, perut saya Indonesia banget. Saya termangu beberapa saat di meja makan mencoba bersyukur masih ada mie yang bisa dimasak, sembari memperhatikan se-ekor semut yang terjebak kebingungan di bawah taplak bening meja makan saya. 

Hewan kecil itu terlihat bersemangat untuk terus mencari jalan keluar dari masalah yang tengah dia hadapi. Tiba-tiba saya tertawa kecil, hewan ini begitu gesit bergerak seperti tak juga lelah, mencoba pergi ke arah yang lain lalu kembali lagi ke arah yang sama. Betapa kuat usahanya. Dia seorang diri dan begitu kecil di bawah taplak ini, meja makan saya ini mungkin berukuran 5 kali lapangan bola bagi dirinya. Saya makhluk yang lebih besar dan sempurna, tapi saya terkadang tak lebih kuat darinya ketika terjebak masalah. Saya tertawa, saya benar-benar tertawa geli detik itu, malu pada diri sendiri.

Kamu terkadang hanya perlu melihat lebih dekat apa yang ada di sekitarmu untuk bisa menjadi seseorang yang lebih rasional. Inspirasi bisa datang dari mana saja. Sederhanakan saja cara berpikirnya.

Lihat betapa semut hitam kecil itu bisa membuat saya malu detik itu, bahkan sampai detik ini -.-


Notes: Bersyukurlah, karena kamu masih bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Bersyukurlah bila kamu masih menjadi manusia yang pandai memaafkan. Karena tidak banyak yang seberuntung dirimu. Usiamu terlalu pendek bila hanya untuk menyesal.


Samigaluh, 26 Maret 

2 comments:

  1. "selama saya melakukan yang terbaik dengan niatan yang baik,saya tidak peduli dengan prasangka orang lain".. hha.. ini sih 'guwe banget' mbak.. hho
    mungkin karena kita sama2 'bodoh dan naif' dari sononya ya,makanya bs sama.. hhe
    btw makasih mbak buat 'renungan singkatnya'

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)