Friday, March 09, 2012

Cinderella bersandal jepit



"Aku, aku tak suka pangeran apapun sejak dulu. Aku hanya menunggu pria sederhana yg mampu membuatku menjadi perempuan yg lebih baik." -- @falafu
***
Apa kalau dulu ketika Cinderella berlari melarikan diri dan yang tertinggal ternyata hanya sebelah sandal jepitnya pangeran tetap akan mencarinya? Bila ternyata itu bukan sebelah sepatu kaca apa pangeran tetap akan penasaran lalu jatuh cinta padanya?
Dan bila saja dulu pria itu bukanlah seorang pangeran kaya yang tampan, apa Cinderella tetap akan naksir padanya? Tetap nekat datang ke pesta itu dengan gaun indah walau hanya sihir semata? Rela menjalani sebuah kebohongan hanya demi bisa membuat sang pangeran terkesan.
Apa yang terjadi bila dia tetaplah seorang upik abu tanpa sehelai alas kaki pun? Dengan wajah kumal melangkah masuk ke pesta, apa pangeran tetap akan meliriknya?
Ah, dia pasti sudah diusir prajurit sebelum dapat berhasil masuk ke pesta. Drama.
Bagaimana bila Cinderella tidak cantik dan tetap bernasib malang?
Tunggu, apakah Cinderella benar-benar malang? Bila iya, ada berapa juta Cinderella yang lebih malang dari padanya di dunia ini kalau begitu. Dia baru yatim piatu, dia baru punya ibu tiri yang jahat. Dia belum termasuk manusia yang mesti menahan lapar terlunta-lunta tinggal di jalanan sendirian. Atau seseorang yang kehilangan kedua kakinya karena lahir di nengara yang dipenuhi peperangan seperti Afghanistan. Hidup tapi kehilangan seluruh yang dimiliki, kecuali nyawa yang masih menempel di raganya, itu pun dinilai murah. Di negara itu nyawa manusia lebih murah dari kepala kambing, bayangkan! Apa lagi Cinderella kan masih punya ibu peri yang siap menolongnya dengan tongkat ajaib. Aku rasa, dia perempuan yang jauh dari garis kemalangan. Toh, bukankah ceritanya berakhir dengan begitu “beruntung”?
Ah Fa, kamu terlalu serius. Cinderella kan hanya dongeng.
Tapi tidak kah kamu berpikir, beberapa dongeng bila dipikirkan baik-baik terasa jadi menyakitkan. Siapa suruh ngga ada kerjaan mikirin dongeng  Fa! -_-
Karena nyatanya mereka hanya menjual kejahatan hati dan kebaikan hati yang tertindas. Dan si baik hati pasti memiliki fisik yang lebih baik. Selalu. Itulah bagian nyebelinnya.
Bagaimana bila si baik hati Snow White berfisik biasa saja. Apa masih ada pangeran berkuda putih yang mau rela jauh-jauh datang untuk mencium bibirnya agar ia bisa bangun dari tidur panjangnya? Ngok!
Mungkin cerita Shrek agak berbeda. Hahaha. Tapi Shrek adalah dongeng modern. Dan sang putri tidak lantas jatuh cinta begitu saja pada pandangan pertama. Putri Fiona, dia bahkan rela tetap jadi jelek. Si penulis naskahnya, dia berpikir lebih logis dari pada hanya menjual mimpi murahan pada anak-anak yang akan menjadi penonton. Walau pun putri yang rela jadi jelek belum tentu ada. Setidaknya mereka menjual “jalan cerita” yang lebih baik.
Sedang saya lahir di jaman Cinderella, Snow White, Jasmine, Putri Duyung dkk. Sejak kecil menelan cerita mereka dengan mata berbinar-binar menatap gambar-gambar cantik di buku cerita dongeng itu.
"Pokoknya aku mau jadi Snow white-nya ya!" Teriak saya saat main orang-orangan.
"Maa beliin aku baju yang kayak dipake si princess ini dong!" Rengek saya sama mama sepulang dari main. #keracunandongeng
Yeap, siapa yang mau ber-acting atau dandan jadi babu atau prajurit? Hahaha.
Cantik itu ya princess!!!
Ganteng itu ya pangeran!!!
Pffft bet ya? Hahaha.
***
Beberapa cinta yang bernilai rendah lahir dari kebaikan fisik yang berhasil ditatap, lalu mereka bilang “Aku jatuh cinta padanya, kerena dia begitu tampan dan baik hati.”
Ya, kamu jatuh cinta padanya pertama kali karena dia tampan, lalu apa yang dia lakukan akan selalu baik dimatamu. Pffft.
Kalau saja dia tidak tampan, apa kamu masih memberi hatimu kesempatan secepat itu untuk kemudian memutuskan jatuh cinta padanya?
Lalu kalau saya hanya Cinderella yang bernasib malang dan bersandal jepit swallow lusuh apa kamu masih bisa jatuh cinta pada saya sejak pertama kali kita bertemu?
Saya Cinderella bersandal jepit, tanpa harus cantik sempurna dan disihir saya tetap bisa memanggil diri saya Cinderella. Saya tetap perempuan yang pantas diperjuangkan dan dicintai dengan baik oleh seorang pria baik-baik, walau saya hanya berjalan dengan sandal jepit.
Bukankah cinta tidak pernah mengkotak-kotakkan nasib seseorang, dari mana dia berasal atau seperti apa fisiknya terbentuk?
Kumohon, sudahi cara mencintai yang rendah macam itu. Berhenti menjual mimpi-mimpi kacangan dan tak berperasaan. Saya tidak munafik, saya pun punya standar pria yang saya sukai, tapi saya tidak pernah mencintai pria hanya karena hal-hal yang akan hilang termakan usia.
Bukankah yang terpenting bukan alas kaki atau dengan apa kita akan pergi, bukankah yang terpenting adalah kemana tujuan kita pergi dan dengan siapa?
Walau pun kita pergi naik jet pribadi tapi bila menuju hal yang tidak membahagiakan saya dan bukan dengan orang yang mencintai saya, tentu saya tidak akan pernah mau melakukan perjalanan bersamamu.
Lebih baik pergi jalan kaki saja, tapi kita tahu kita akan sama-sama bahagia ketika sampai ditujuan bukan? : ) *brb gendolin Johnny Depp* Lahh, terus apa bedanya?! *toyol diri*
***
Tapi jangan lupa, bahwa kamu pun harus bisa mengkualitaskan dirimu bila ingin dicintai dengan berkualitas oleh seseorang yang berkualitas. “Layak-kan” lah dirimu. Kenali apa yang "kurang" dan coba buat dirimu "pantas". Bukan lantas berpangku tangan dan nunggu ada pangeran atau putri jatuh dari langit, amnesia, lalu kamu bisa mengaku sebagai kekasihnya dan lantas dia percaya mencintaimu begitu saja hahaha. Come on, hidupmu bukan berisi dongeng bodoh macam itu. Hidupmu jauh lebih bernilai Nak.. #sotoybet yaudahlah ya, iya-in aja biar cepet.
Percayalah, jodohmu adalah seseorang yang mampu membuat dirimu menjadi pribadi yang lebih baik, tidak harus pasangan ‘terbaik’ dalam versimu.
Tapi jelas pasangan terbaik versi Tuhan yaaa. Kan udah jodohnya :p
Karena bila dia tidak mau peduli dengan kekurangan pasangannya, buat apa mau jadi jodohnya!
***
Yah namanya juga hidup, kadang bisa bikin posting keren, kadang nyerah sama posting cemen macem begini. Salam cinta cenat cenut.

Notes: Berhari-hari menatap seseorang yang begitu kamu cintai tengah sakit, tidak hanya membuat kepalamu ingin pecah, tapi juga hatimu berserakan kemana-mana.

8 comments:

  1. mantab mb . tempe benguk dah pokoknya , ama geblek juga :D

    ReplyDelete
  2. logiskritis. sukaaaaaakkkk tanteeeee :*

    ReplyDelete
  3. jadi kpn ni mau nerbitin (buku)nya. g usah lama2 laah mb :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan yaaaa...
      Doakan saja ya jangan bosan-bosan :p

      Delete

Thanks for reading my post! :)