Wednesday, December 21, 2011

si pengingat


“Hari ini #lastwitnya adalah doa kesukaanmu.”

“Ehh iya, kok tahu?”

“Aku adalah pengingat yang baik, bahkan untuk banyak hal yang telah kau lupakan sejak detik pertama mereka lewat.”

Isi sebuah DM twitter pada seorang teman.

***

Sebuah pertanyaan yang kerap saya dengar, ketika saya mengatakan hal yang tidak disukai atau disukai seseorang. Lalu orang itu mengatakan; “Kok tahu?”

Jelas saya tahu, karena kita pernah membicarakannya. Entah itu di sebuah pesan pendek atau lewat sambungan telepon.

Di kedua hal ini, saya merupakan pengingat yang baik.

Bahkan lebih baik dari “mengingat” perbincangan langsung <tatap muka> dengan mereka.

***

“Kamu kan pernah bilang itu.”

“Kapan?”

“Lupakan.”

Isi sebuah percakapan telepon dengan seorang mantan.

***

Saya kerap mendapati yang demikian juga. Seseorang melupakan apa yang pernah dia katakan ketika bahkan saya mengingatnya dengan jelas. Entah itu janji atau hanya sebuah cerita basi. Terkadang itu membuat saya berpikir mereka tidak “sepeduli” saya. Tetapi itu bukan salah mereka, itu karena saya yang memang terlalu sering mengingat, bahkan untuk hal yang mereka anggap tidak seberapa pentingnya.

***

Jadi apa inti dari posting ini? Entah lah, mungkin ini hanya sebuah tulisan tentang kenyataan.
Agar kamu, tidak <lagi> melupakanku dengan semudah itu. *senyum

***

ps: Mereka yang mengenal saya, pasti tahu dengan baik seberapa lemotnya otak saya bekerja ketika diajak berbincang. Hahaha. Tapi mungkin karena itu, mereka, isi perbincangan itu, menjadi lebih lemot lepas dari ingatan saya.


No comments:

Post a Comment

Thanks for reading my post! :)