Wednesday, December 21, 2011

i saw you. you in me.

you in me

Mengapa tidak kau buka saja pintu hatimu untukku?

Aku kehilangan kuncinya.

Oh, bagaimana kalau kau bantu aku mendobraknya.

Mereka akan rusak.

Hm, kita bisa perbaiki sama sama.

Tapi, aku terkunci di dalam, bukan di luar bersamamu.

Ah, berarti yang tadi hanya alasan? Mengapa kau begitu banyak alasan untuk bertahan dalam kesedihanmu?

Begitu? Aku tidak menyadarinya.

Aku jelas melihatnya, karena aku peduli.

Tapi kamu jelas tidak mengerti.

Bagian yang mana? Soal kerusakan karena pintu didobrak paksa?

Apa kau benar tidak tahu sampai saat ini?

Jadi bukan itu? Lalu?

Kuncinya ada di sakumu.

Katakan di saku sebelah mana?!

Temukanlah, temukanlah mereka karena kamu begitu ingin kucintai.

Aku benci pencarian, dan bukankah kita sudah saling menemukan? Kau hanya perlu mengatakannya lalu kita akan bahagia.

Aku tak akan pernah kemana mana. Temukanlah mereka. Waktuku, mereka semua milikmu.

Kamu tahu, aku begitu menyesal.

Untuk?

Untuk tak merasa dicintaimu sejak lama. Ketika bahkan kamu telah berada di dalam diriku sendiri.

2 comments:

  1. "Kuncinya ada di sakumu"

    Aku suka yang ini....

    ReplyDelete
  2. Huwoooo senangnyah ada yg ngerti maksud posting inih hahaa.
    Inti posting ini memang di kalimat itu :D

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)