Tuesday, November 22, 2011

patahan dongeng

favim.com





Tanah lembab, coklat pekat
Semut-semut berjalan pincang di antaranya
Keluar dari persembunyiannya
Ketika cacing-cacing membuat celah sebagai rumah 
Aku jatuh menatap jemu
Aku jatuh menatap rindu                                                                                                   
Hujan
Hujan reda
Terkadang gerimis yang menggantikannya
Dinding bukit di hadapanku pun sama berduka
Putih kabut menyelimutinya
Lalu aku mereka-reka
Adakah yang telah menyelimuti hatimu di sana?
Seseorang yang bukan aku
Hingga kelak kita hanya tinggal patahan dongeng
Tentang dua orang yang pernah saling bertemu
Tanpa pernah sempat saling mengucap, 'aku mencintaimu'

***

Puisi ini untuk teman kecilku Neva
Puisi hasil dari secangkir teh dan langit mendung pagi ini
Menulisnya sembari mendengarkan mesin cuci yang tengah berputar
Ah, aku bersyukur atas pagi yang (masih mau) datang kembali


 

1 comment:

  1. sbnrnya udah prnh bca ini tp pas di bca lg jd pengen bilang aku melihat tentang Unspokend love di dlmnya. indah :)

    by Elya

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)