Monday, November 21, 2011

Lalu Pulas


favim.com




malam tak benar ingat bagaimana dinginnya udara hingga angkasa
beserta awan terbuai oleh hujan yang telah habis namun masih
menyisakan bekas bening menempel di tanah daundaun rerumputan dan
juga ilalang bikin harum aroma tatkala kau termenung memandang bulan
yang mempertanyakan keberadaannya sendiri tapi tak juga kau rasakan
sepi sebab percakapan demi percakapan bersama isi semesta tak pernah
terlewatkan.



mungkin kau letih menopang beban di pundak namun tak nampak ketika
demikian banyak kerling bintang menjelma keriangankeriangan yang tak
juga usai meski kau jengah meski alunan seruni tiada henti
memanjakanmu sampai lesap sudah duka nestapamu.



maka kau pejamkan saja mripat hitam yang nyaris sewarna dengan
coklat kulitmu seraya melangitkan doa hingga lara pun lengser dan
terasa angin sejuk memeluk apa yang kau inginkan juga segala yang
diharapkan menjadi kembang di sepanjang liku jalan membentang lalu
daun kering melenting kau remas luka pun tandas dan kau terlelap pulas


***


ini adalah puisi hadiah dari @delune. 
pertama kali membacanya saya menangis, saya seperti tengah bercermin.
terima kasih dee, all the best for us..
doa adalah hadiah terbaik, dan doa selalu memerlukan kata-kata untuk mampu sampai.



No comments:

Post a Comment

Thanks for reading my post! :)