Thursday, October 06, 2011

surat untuk suamiku kelak

genggam aku, suatu ketika nanti


Kepadamu, yang ingin kutemukan.

Seperti biasa, ketika aku mulai menulis surat padamu nyatanya aku sedang ditelan sepiku sendiri. Akhir-akhir ini aku sering tidak punya kerjaan lain selain menulis, apa kamu tahu itu? Ya, beberapa memang menulis sembari memikirkanmu, beberapa lainnya sembari mengamati hidupku yang membosankan ini.

Dear suamiku kelak,

Bagaimana cuaca di sana? Apa sama mendungnya dengan di sini, aku bahkan sampai bosan menatap mendung yang tak kunjung hujan, aku rasa awan sedang mencoba tabah pada kesedihannya. Sama sepertiku. Menjalani ketabahan, sering kali terlihat kelabu.

Hey kamu! Ya, kamu suamiku kelak. Apa perjalananmu ke sini sudah semakin dekat? Apa ujung keningku telah berhasil ditangkap matamu? Aku rasa belum ya, tidak apa. Sepanjang apa pun perjalanan, kelak kau pasti akan sampai. Dan seberapa pun semu penantianku, kelak pasti akan selesai.

“Huh...” 
Kamu dengar aku menghela napasku? Kamu dengar itu? Aku ingin kamu mulai terbiasa mendengarnya mulai sekarang. Karena kelak hela mereka yang akan menemani tidurmu. Ya, aku ingin bisa sedekat mungkin kamu dekap, tapi aku juga tak ingin membuat tidurmu tak nyenyak. 

Tapi aku ingatkan, terkadang kamu juga mendengar hela lainnya yang lebih menyebalkan. Ketika aku sedang pusing memikirkan pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai, tentang tagihan-tagihan yang harus segera dilunasi, tentang anak-anak kita yang mulai masuk ke sekolahnya yang baru. Tentang usia kita yang mulai menua.

Ya, aku ingin kau juga terbiasa mendengar hela yang demikian. Aku tak ingin membuatmu menjauh, aku ingin kau menarikku agar tak jatuh. Karena kita masih setia saling jatuh cinta.
 

Dear suamiku kelak, 

Jagalah hatimu, agar kelak aku masih sempat masuk ke dalamnya.

Karena aku sedang belajar mencintai, sebelum kau nyata kuhadapi.

Yang tak sabar mencintaimu,





Istrimu kelak

11 comments:

  1. Subhanalloh...

    Suka ini setengah sledri !!! :)

    #semangaterus menulisnya fa

    NB : maaf kl aku lagi - aku lagi yg mengomentari.

    ReplyDelete
  2. hahaha, tentu saja tidak perlu pake maaf dong hafiz.
    terima kasih ya :)

    ReplyDelete
  3. manis sekali kaka :) #pengen bisa nulus kya ka fa deh

    ReplyDelete
  4. sweet :)
    tulisanmu sangat mewakili perasaanku kakak Falafu. :D
    this's gonna be my fav site i think. :)

    ReplyDelete
  5. LOVE IT !! NICE WORK.. keep writing..



    -lonelyking-

    ReplyDelete
  6. semoga segera bertemu dengannya (suamimu kelak)ya kak,,,

    ReplyDelete
  7. semoga segera bertemu dengannya (suamimu kelak) ya kak,,,

    ReplyDelete
  8. Falafu Keren..
    Love it..... :*

    ReplyDelete
  9. sweet....
    hmmmm...smga kelak kamu menemukannya fa,..
    ;)

    ReplyDelete
  10. ikuti kata hati ya kk.... jgn salahkan keadaan karena pasti ada pilihan

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)