Saturday, October 29, 2011

biasa-biasa saja asal setia (?)



Pada kenyataannya saya memang tak pandai berpura-pura, walau pun itu di hadapan orang yang mencintai atau saya cintai. Saya malas mandi, ya saya bilang saya malas mandi. Saya orangnya meledak-ledak, maka saya akan tertawa atau berteriak begitu saja. Saya tidak pernah mempertimbangkan, apakah itu pantas atau tidak pantas. Karena batasan baik atau buruk seseorang pasti akan (selalu) berbeda-beda. Mencoba menyenangkan hati setiap orang? Yang benar saja, sampai kiamat juga tidak akan pernah berhasil.

Beberapa hari ke belakang, kondisi kesehatan Ibu saya selabil kisah percintaan saya. Ada hari di mana beliau hanya mau menatap langit-langit, walau saya panggil 'mama sayang..' beliau tidak akan bergeming. Walau saya cium pipinya kencang-kencang, beliau akan tetap diam saja. Seperti pikirannya teralihkan ke sisi lain dunia ini. Lalu saya akan berlama-lama tertidur di sisinya dan menahan tangis.

Beberapa hari ke belakang, saya banyak berpikir dan memikirkan. Seperti biasa saya selalu merindukan Jakarta. BBM-an dengan sahabat tidak pernah mampu sedekat tatapan mata atau lemparan senyum dan tawa langsung seperti biasa.

Beberapa jam yang lalu, sahabat saya @cizty mengatakan, 'Far apa lo pernah berpikir, kalo pada akhirnya kita bakalan nikah sama orang yang ngga kita cintai.'

Lalu saya diam sesaat. Saya hanya mampu mengetik:
*merinding*

Saya dan Cizty sama-sama sulit jatuh cinta. Kalau saya masih mudah suka pada seseorang yang baik hati. Kalau Cizty bahkan lebih sulit suka. Lalu perkataannya itu membuat saya berpikir.
Iya ya, bagaimana kalau begitu yang terjadi. Dan apakah itu hal buruk?
Cizty lalu bilang, 'Gue itu banyak kurangnya, gue bakal setia sama pria yang sanggup bertahan sampai akhir. Bukan yang cuma angot-angotan sayangnya. Walau pun mungkin, gue ngga cinta-cinta amat sama dia. Siapa aja yang Tuhan kasih buat jadi suami gue, bakalan gue sayang sepanjang sisa akhir masa.'

Semua kembali pada obrolan soal kesetiaan.
Sejelek dan seburuk apa pun kami, kami perempuan yang pandai setia. Dan memang benar-benar setia. Bukan setia yang basa-basi. Yang bisa hilang seiring janji.

Kesetiaan, adalah hal yang akan langka kau temukan di hari depan. Percayalah, ketika kamu memilih menjadi seorang yang setia, maka kamu akan menjadi segelintir yang dicintai dengan baik. Yang walau pun harus menanti lebih lama, kamu akan bahagia lebih lama. Dari mereka yang jatuh cintanya setengah-setengah.

Ahh.. tapi manusia jaman sekarang, siapa yang berpikir soal 'kesetiaan'. Yang penting cantik dan enak dipeluk. Yang penting tampan dan pantas dibawa kondangan. Hanya berkutat diseputarnya.

Terkadang ada yang bilang, 'Punya pacar itu yang biasa-biasa aja, asal setia.'
Bah! Sejak kapan yang setia itu dipandang biasa-biasa saja? Siapa pula yang dulu pernah menciptakan kalimat bodoh ini.

Seseorang yang mampu setia adalah orang yang luar biasa. Bagaimana yang seperti itu dipandang biasa-biasa saja. Karena kebanyakan mereka berfisik 'biasa' begitu? Jangan pernah bicara cinta sebelum kamu paham bahwa segala yang punya 'usia' bukanlah hal yang bijaksana dipakai untuk menilai. Siapa manusia yang tidak akan jadi jelek saat tua nanti? Siapa manusia yang tidak akan renta?
Kamu harus bisa menemukan seseorang yang bahkan bersedia menerima kamu ketika keduanya datang.

Ini benar-benar menyebalkan. Bagaimana terkadang manusia bisa begitu mengerikan.

Tidak banyak yang mampu paham. Saya pun tidak akan meminta dua kali untuk dipahami.
Saya rumit dan akan tetap seperti ini. Kamu perlu bersabar dan mencintai saya dengan lebih bijaksana.
Kelak. saya pun akan mencintaimu dengan kesetiaan sepanjang usia. Percayalah.


Jogja, masih saja belum bisa mengerti dan saya mengerti.
Walau saya baru saja cabut gigi gratis.
Abaikan kalimat terakhirnya -_-


6 comments:

  1. Kenapa aku malah berpikiran kalo sudah jarang wanita yg setia saat ini ya #LOL

    ReplyDelete
  2. hey biazzoy, kamu pasti belum ketemu wanita seperti saya saja :p

    ReplyDelete
  3. "...Percayalah, ketika kamu memilih menjadi seorang yang setia, maka kamu akan menjadi segelintir yang dicintai dengan baik. Yang walau pun harus menanti lebih lama, kamu akan bahagia lebih lama. Dari mereka yang jatuh cintanya setengah-setengah."

    Semoga saya adalah wanita yang beruntung yang seperti itu.. :)


    __________________

    "Ahh.. tapi manusia jaman sekarang, siapa yang berpikir soal 'kesetiaan'. Yang penting cantik dan enak dipeluk. Yang penting tampan dan pantas dibawa kondangan. Hanya berkutat diseputarnya."

    saya tersentil dengan kalimat ini. saya tertawa. kalimat ini mengingatkan saya pada seseorang yang pernah mengatakan pada saya, "kamu cantik dan enak buat dipeluk". saya tertawa, saya pikir saya bodoh untuk percaya bahwa dia adalah lelaki yang bertanggung jawab, dan saya pikir dia terlalu bodoh untuk memanfaatkan saya di malam2nya.
    saya tertawa lepas, mentertawakan kebodohan kemaren. :))


    -C-

    ReplyDelete
  4. tapi setidaknya, itu berarti kamu telah berhasil belajar dan menilai dari apa yang telah menjadi sejarah C..

    ReplyDelete
  5. Fa, tahukah kau bagaimana cara menghilangkan atau mengurangi rasa sakit hati terhadap seseorang?
    lelah rasanya sakit hati itu..

    -C-

    ReplyDelete
  6. jangan pernah berusaha melupakannya, berusahalah melepaskannya...

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)