Monday, September 19, 2011

Ingin jadi ibu



cantiknya mamaku... akunya tapi begini :/






Siapa yang tidak mencintai ibunya?


Bahkan seorang anak yang kerap dipukul dan dijewer pun, akan tetap memeluk ibunya ketika ingin terlelap. Aku pun mencintai ibuku, yang dulu suka nyubit kalau-kalau aku tidak mau tidur siang. Cubitan sayang.

Semalam, entah kenapa ingin kembali membuka album foto belasan tahun lalu. Membongkar lemari dan mencari aku yang ‘pernah’ ada dulu. Anak perempuan satu-satunya dari 6 bersaudara. Walau salah satu diantaranya telah berpulang, dan tinggal kami berlima. Sekarang, ibuku tidak lagi se-sehat dulu. Walau tetap masih ‘sama mencintaiku’, tapi dia tak lagi bisa bilang ‘sayang’ seperti dulu. Sakit, membuatnya sulit mengucapkan kata-kata. Walau aku tau dia ingin.


Setiap kali aku mendengar seorang ibu dari teman berpulang ke Tuhan, aku bertanya, bagaiamana jika aku yang mengalaminya? Kehilangan seseorang yang pertama kali memelukku di dunia. Lalu kemudian semua tentang yang kemarin berputar di otakku. Hari-hari ketika beliau memangkuku dengan sabar di dalam angkutan umum, hari ketika beliau memakaikan kaos kakiku dan memasangkan sepatunya dengan aman untuk berangkat ke sekolah. Menuntunku menyebrang jalan, mencoba merayuku ketika aku minta dibelikan mainan baru yang sebenarnya sudah aku punya banyak di rumah. Membuatkanku sarapan dan menjemputku dari sekolah.


Sungguh aku telah melewatkan banyak hal-hal manis dengannya. Lalu bagaimana aku bisa melewatkan hari-hari kedepan tanpanya. Atau bagaimana justru jika aku yang meninggalkannya lebih dulu.


Ibuku, dia perempuan biasa yang sungguh luar biasa. Aku yakin, kabanyakan anak pasti menganggap ibu merekalah yang terbaik.


Dan aku, adalah seorang perempuan yang memiliki cita-cita menjadi seorang ibu rumah tangga. Memang ingin bekerja, tapi tidak berniat kerja di kantor dan menghabiskan banyak waktu diluar rumah. Jika kelak sudah waktunya, aku ingin bisa kembali bekerja di rumah. Memasak makanan enak untuk suami serta anak-anak dan menjadi ibu yang sehat untuk mereka sampai kelak mereka dewasa.


Ibuku adalah perempuan yang pandai memasak, mengurus anak, bahkan menjahit. Bisa menciptakan uang dengan keahliannya tersebut tanpa harus pergi dari rumah. Dan aku ingin seperti itu. Aku tidak mengatakan bahwa wanita yang bekerja kantoran tidak lah ibu yang baik, aku hanya saja tidak merasa bisa se-kuat mereka. Mereka sangat hebat dengan caranya sendiri.


Sekarang, ketika mama tidak lagi se-sehat dulu. Tentu saja aku banyak kehilangan hal yang dulu dapat kami lakukan bersama. Jujur saja aku selalu iri bila melihat anak perempuan lain tengah belanja bersama ibunya dan yang masih bisa makan masakan ibunya. Saat aku diwisuda kemarin lalu, ibuku bahkan tidak bisa hadir. Untuk itu, aku begitu sadar bahwa kesehatan sangatlah penting. Menjadi ibu yang sehat untuk keluarga kecilku kelak pantas dijadikan cita-cita. Dan aku, ingin jadi ibu yang sehat!


Aku menyadari, setiap kasih sayang diuji ketika kita sakit, bukan saat sehat. Ayahku, adalah pria yang sangat hebat. Diusianya yang telah senja, dia masih selalu sabar mengurus ibuku. Kami (aku dan dia) setiap harinya berusaha merawat ibuku tanpa dibantu suster atau pembantu. Memandikannya, menyuapinya, membersihkan kotorannya, dan mengucap sayang padanya disetiap waktu. Kami ingin selalu dia tetap sama bahagia, walau tak lagi sama 'sehat' seperti dulu. Percayalah, kesabaranmu sebagai anak diuji habis-habisan ketika orang tuamu sakit.


Maka, tentu saja bagi kamu yang masih memiliki ibu yang sehat, bersyukurlah, sayangi beliau dengan baik, lebih sering lah tinggal di rumah bersamanya dari pada menghabiskan banyak waktu di tempat lain. Jangan hanya ringan mengucap cinta pada pacar, katakan kau cinta ibumu setiap waktu. Selamanya.

Mama, aku begitu mencintaimu. Walau tidak akan pernah mampu menyamai ‘cinta’ yang telah engkau berikan sepanjang 22 tahun ini. Dan semoga di telapakmu kelak, aku akan menemukan surga. 


Mungkin tak lagi bisa mengharap kau sembuh, karena itu tidak mungkin. Tapi setidaknya,  bertahanlah dalam kehidupan ini untuk kami ma. Anak dan suami yang menyayangimu habis-habisan.

Yogya, 20 September 2011




5 comments:

  1. aku jadi kangen ibuku. meski aku masih bisa melakukan seperti apa yang kakak iri'kan terhadap ibu-ibu yang lain. belanja bersama, dimasakin, bahkan masih debelai dan diusap ketika aku hendak tidur. tapi aku berada jauh dari ibu, dan pekerjaanku di ibu kota membuat ku terpakasa hanya bisa setahun sekali merasakan kehangatan tangan rentanya.

    aku, kita, semua pasti mencintai ibunya masing-masing. love you mom :*

    ReplyDelete
  2. Yeah. :') Mama adalah sosok yang selalu tegar. Selalu. :)

    ReplyDelete
  3. nice inspiration....... THX u...
    sepertinya anda akan jadi seorang ibu yang baik..

    ReplyDelete
  4. @valeria : *puk puk*

    @aya: saya bahkan sudah 8 tahun tinggal jauh dari ibu. baru sekarang bisa temenin beliau di rumah

    @art: Thank you :)

    ReplyDelete

Thanks for reading my post! :)