Monday, September 05, 2011

cintaku hilang...


Aku menyembunyikan cinta ini, dari daun-daun malam yang jatuh. Aku sembunyikan rintik hujan di mataku dari pipi langit malam. Agar rembulan tak jua ikut bersedih. Si ibu langit, yang hatinya lembut bagai awan-awan yang mengambang di kegelapan malam. 

Aku mencintaimu, detik itu hingga detik kemudian setelahnya. Selamanya.

Pernah ada hari yang cerah. Musim panas terteduh yang pernah kujalani. Karena tatapanmu yang memayungi ceritanya sepanjang jalan. Saat peri-peri bunga menari kian-kemari. Saat kupu-kupu di perutku enggan pergi.

Aku benci kemarahan. Dan setiap kali kau hendak melakukannya kau coba redam dengan diam. Kau tau, aku tau itu begitu berarti. Kupu-kupu bersedekap di dinding-dinding perutku, mencoba merasakan usahamu. Jerih payah, agar aku bertahan, mencintaimu dalam kebahagiaan. Agar aku tak sempat, melihat sisimu yang pekat.

Dan ketika hujan turun. Kau tak lantas memayungiku setiap waktu. Kau tau, aku mampu melindungi diri sendiri. Kau tau kapan saatnya aku butuh berjalan berdampingan. Kau tak pernah memaksakan. Kau tak pernah terintimidasi dengan kemandirianku. 

Kau melihat, perempuan ini hanya sedang ingin membuktikan sesuatu dalam dirinya. Dan biarkan dia berjalan dengan kaki-kakinya, yang walau kecil, mampu melangkah sepanjang pelangi.

Begitu merindukan udara yang pernah kita lalui bersama hidup ini, tentang bulan yang mengikuti sepanjang jalan. Tentang senyum sabitmu yang menawan.

Bahkan saat kita kemudian kita tak lagi sejalan, kau tak meninggalkan sedikit pun alasan, agar aku perlu melupakanmu. Sayang.

Cintamu manis, begitu aku merasanya. Begitu aku menelannya dulu. Manis yang buat kupu-kupu di perutku merona.

hingga detik ini menuju entah. 


created by fa, DIY 21.39 051011

mendengarkan: cintaku hilang -- geisha

1 comment:

Thanks for reading my post! :)