Wednesday, August 03, 2011

kata rindu tebal



 Ini tentang sebuah rindu tebal buatan Iwan Fals.


Lagu itu sering mengiringi kami pergi liburan, kaset itu terputar bolak-balik di tape mobil ayahku. Dulu mobil kami merek Toyota Kijang berwarna merah hati. 

Saat itu mungkin sekitar tahun 1995. Dan usiaku baru genap 6 tahun. Kedua kakakku adalah fans berat Iwan Fals, dan aku bukan fans tapi hapal semua isi albumnya. Anak kecil mana yang tidak mudah menghapal.

Jika kondisi keluarga sedang baik, diakhir minggu kami selalu menghabiskan waktu di luar kota. Sekedar berenang atau menginap di sebuah villa. Keluargaku masih lengkap, sehat. Biasanya di dalam mobil, aku duduk di bangku bagian tengah dan kakakku yang lain duduk di belakang. Aku menguasai bangku bagian tengah sendirian, karena aku lebih sering berada di posisi tidur dari pada duduk. Ingat, aku masih anak-anak.

Aku memiliki dua orang kakak yang punya tingkat kenakalan di atas rata-rata. Sering kali ketika mereka membuat masalah, masalah yang pada akhirnya membuat keluargaku sering kali hidup di dalam kepura-puraan. Lalu akan ada ketika ayahku marah dan mengusir mereka, berulang kali, hingga bertahun-tahun setelahnya. 

Lalu mereka mulai tidur disembarang tempat, mulai dari rumah teman, mushola, atau di pinggir jalan di daerah pasar jumat bersama preman dan orang hilang akal (orang gila). Kalian tidak perlu kasihan pada mereka. Percayalah, mereka tidak sedang kelaparan.

Mereka akan pulang, ketika ayahku yang seorang polisi berangkat kerja dan mulai merong-rong ibuku untuk meminta uang. Tidak hanya satu, aku memiliki 2 orang kakak yang pernah mengecewakan orang tuaku begitu besar. Mereka tidak lah sepenuhnya salah. Karena setiap kegagalan memiliki penyebab, dan kita tidak berhak menuntut masa lalu orang lain.

Pernah suatu hari di dalam perjalanan kami ke puncak, ketika kaset ini lagi-lagi diputar dan sampai di bagian reff yang berbunyi,

aku pergi meninggalkan coreng hitam di muka bapak, yang membuat malu keluargaku. Ku ingin kembali mungkinkah mereka mau terima, rin du ku.”


Ayahku tiba-tiba berujar, ‘Dengerin nih lagunya, kalian kan juga suka kabur-kaburan dari rumah.” Lalu kami tertawa.

Bisa kupastikan, itu adalah hari yang sangat bahagia, karena kami tengah bisa menertawakan kekurangan kami, lubang besar yang sebenarnya selalu menganga. Entah kenapa kenangan hari itu, seperti ter-lem besi di dalam otakku. Dan sungguh bukan hal buruk dapat mengingatnya.

Lagu itu seperti soundtrack hidupku saat itu, ketika lirik lain berbunyi,

 Terlintas jelas dalam benakku, makian bapak usir kupergi. Hanya menangis yang emak bisa, dengan terpaksa kutinggalkan desa.


Aku mengartikan aku sebagai kakak-kakakku, dan ayahku memang suka sekali berteriak. Dan ibuku memang hanya bisa menangis, dan kakaku memang sering kali pergi dari rumah. Desa, aku mengatikannya kompleks perumahan yang aku tinggali. Itu hanya pikiran anak 6 tahun yang tak tau apa-apa, tapi punya mata.

Dan satu lagi baitnya yang begitu menohokku berbunyi,

Bapak tak mau mengerti, hilang satu anak tuk harga diri.


Aku tersenyum kecil saat ini, aku tidak tau mengapa Iwan Fals bisa tau seperti apa bentuk ayahku. Ya, dia adalah pria yang paling menjunjung tinggi harga dirinya, yang pernah aku temui di dunia ini. 

Ayahku seorang polisi yang pernah memasukkan anaknya sendiri ke dalam penjara. Dia tidak pernah mau peduli itu anaknya sendiri atau bagaimana ibuku merengek menangis untuk melepaskannya. Jika melakukan kesalahan, tentu harus dihukum seperti manusia lain.

Saat ini aku ingin tertawa. Aku ingatkan kalian, ini bukan tentang cerita menye-menye. Aku sedang tidak menuliskan cerita sedih. Aku bahagia saat menuliskannya. Percayalah.

Karena sejauh apa pun kakakku berlari, rindunya yang tebal akan kekal pada kasih untuk keluarga.

Entah mengapa, aku selalu merasa Iwan Fals menuliskan lagu Rindu Tebal untukku.

Dan keluargaku, mereka tetap yang terbaik. Untuk 1995-2011- dan kemudian untuk selamanya. 

Semoga @masskoi
Gak nyesel baca cerita membosankan ini, hahaa. 

No comments:

Post a Comment

Thanks for reading my post! :)